Sabtu, 15 Juni 2013

ShOLAT TAHAJUD

KEUTAMAAN BERDOA
DISEPERTIGA MALAM - Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
senantiasa memperbanyak do’a dalam
shalatnya dan juga dalam
Tahajjudnya, karena pada waktu-
waktu tersebut kemungkinan besar
dikabulkannya do’a. Dari Jabir
Radhiyallahu anhu, ia berkata, aku
mendengar Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
َّﻥِﺇ ِﻞْﻴَّﻠﻟﺍ ﻲِﻓ ،ًﺔَﻋﺎَﺴَﻟ َﻻ ﺎَﻬُﻘِﻓﺍَﻮُﻳ
ٌﻢِﻠْﺴُﻣ ٌﻞُﺟَﺭ َﻪﻠﻟﺍ ُﻝَﺄْﺴَﻳ ﺍًﺮْﻴَﺧ َﻦِﻣ
ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ،ِﺓَﺮِﺧﻵْﺍَﻭ ُﻩﺎَﻄْﻋَﺃ َّﻻِﺇ
َﻚِﻟَﺫَﻭ ،ُﻩﺎَّﻳِﺇ َّﻞُﻛ ٍﺔَﻠْﻴَﻟ .
'Sesungguhnya di malam hari terdapat
suatu waktu, yang apabila seorang
muslim memohon kepada Allah
kebaikan dunia dan akhirat
bertepatan dengan waktu itu, Allah
pasti mengabulkannya dan waktu itu
ada di setiap malam.'"[ HR. An-Nasa-i
dalam kitab ash-Shalaah, bab Man
Ataa Firaa-syahu wa Huwa Yanwil
Qiyaam, (hadits no. 1786), Ibnu
Majah dalam kitab Iqaamatish
Shalaati was Sunnati fii ha, bab Maa
Jaa-a fii man Naama 'an Hizbihi minal
Lail, (hadits no. 1344), al-Hakim
dalam al-Mustadrak, (I/311) dengan
komentarnya, "Hadits ini shahih
sesuai kriteria yang ditetap-kan al-
Bukhari dan Muslim." Penilaiannya ini
disepakati oleh adz-Dzahabi.]
Tahajud adalah sunah muakkad.
Waktunya adalah setelah sholat ‘isya
sampai dengan sebelum waktu sholat
shubuh. Akan tetapi, waktu yang
paling utama adalah sepertiga malam
yang terakhir.
Ketika Jibril datang pada Rosululloh
sholallohu ‘alaihi wa sallam lalu
berkata, “Hai Muhammad, kemuliaan
orang beriman adalah dengan sholat
malam..” (HR. Al Hakim, hasan)
Meninggalkan sholat malam yang
berarti telah menyia-nyiakan
keutamaan yang telah Alloh sediakan
dikarenakan kemalasan yang ada
pada mereka atau pun tergoda
dengan gemerlapnya dunia. Dalam
riwayat Imam Bukhori disebutkan
bahwa ketika Rosululloh ditanya
tentang seorang yang tidur
sepanjang malam sampai waktu subuh,
maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Dia adalah seorang
yang kedua telinganya dikencingi oleh
setan.
Sepertiga malam terakhir termasuk
waktu yang mustajab untuk berdoa
kepada Allah. Karena Allah
menjanjikan akan mengabulkan doa di
waktu ini. Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺎَﻨُّﺑَﺭ ُﻝِﺰْﻨَﻳ َﻙَﺭﺎَﺒَﺗ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗَﻭ َّﻞُﻛ
ٍﺔَﻠْﻴَﻟ ﻰَﻟِﺇ ِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ َﻦﻴِﺣ
ﻰَﻘْﺒَﻳ ُﺚُﻠُﺛ ُﺮِﺧﻵﺍ ِﻞْﻴَّﻠﻟﺍ :ُﻝﻮُﻘَﻳ ْﻦَﻣ
،ﻲِﻧﻮُﻋْﺪَﻳ َﺐﻴِﺠَﺘْﺳَﺄَﻓ ُﻪَﻟ ْﻦَﻣ
ﻲِﻨُﻟَﺄْﺴَﻳ ،ُﻪَﻴِﻄْﻋُﺄَﻓ ْﻦَﻣ ﻲِﻧُﺮِﻔْﻐَﺘْﺴَﻳ
َﺮِﻔْﻏَﺄَﻓ ُﻪَﻟ
“Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke
langit dunia setiap malam, ketika
tersisa sepertiga malam terakhir.
Kemudian Allah berfirman: Siapa yang
berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi
doanya, siapa yang meminta-Ku akan
Aku beri dia, dan siapa yang minta
ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni
dia.” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758,
Abu Daud 1315, dan yang lainnya).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

mohon dukungan komentarnya ya