Tampilkan postingan dengan label hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadist. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Amalan dan doa setelah sholat witir

AMALAN SETELAH SHALAT WITIR
Disunnahkan ketika sehabis salam shalat witir kita membaca tasbih,Subhanal Malikil Quddus. Ini
didasarkan kepada hadits Ubay bin

Ka’ab Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:
ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻥﺎَﻛ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ُﺃَﺮْﻘَﻳ ﻲِﻓ
ْﺢِّﺒَﺴِﺑ ِﺮْﺗِﻮْﻟﺍ َﻢْﺳﺍ َﻚِّﺑَﺭ ﻰَﻠْﻋَﺄْﻟﺍ ﻲِﻓَﻭ ِﺔَﻌْﻛَّﺮﻟﺍ ِﺔَﻴِﻧﺎَّﺜﻟﺍ
ْﻞُﻘِﺑ ﺎَﻳ ﺎَﻬُّﻳَﺃ َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ ِﺔَﺜِﻟﺎَّﺜﻟﺍ ﻲِﻓَﻭ ْﻞُﻘِﺑ َﻮُﻫ ُﻪَّﻠﻟﺍ
ٌﺪَﺣَﺃ ﺍَﺫِﺈَﻓ َﻢَّﻠَﺳ َﻝﺎَﻗ َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ ِﻚِﻠَﻤْﻟﺍ ِﺱﻭُّﺪُﻘْﻟﺍ َﺙﺎَﻠَﺛ
ٍﺕﺍَّﺮَﻣ
“Adalah Rasulullah membaca dalam Shalat Witir dengan ْﺢِّﺒَﺳ َﻢْﺳﺍ َﻚِّﺑَﺭ ﻰَﻠْﻋَﺄْﻟﺍ
(surat Al-A’la), pada rakaat kedua membaca: ْﻞُﻗ ﺎَﻳ ﺎَﻬُّﻳَﺃ َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ (Surat Al- Kaafirun), dan pada rakaat ketiga dengan membaca: َﻮُﻫ ْﻞُﻗ ُﻪَّﻠﻟﺍ ٌﺪَﺣَﺃ (Surat al-Ikhlash). Apabila beliau sudah salam, beliau membaca: َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ ِﻚِﻠَﻤْﻟﺍ ِﺱﻭُّﺪُﻘْﻟﺍ
(Subhanal Malikil Quddus)

sebanyak tiga kali.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai Ibnu Majah. Shahih Al-Nasai no. 1739)
Dalam tambahan oleh Imam Daaruquthni dengan sanad Shahih: ُّﺏَﺭ ِﺔَﻜِﺋﺎَﻠَﻤْﻟﺍ ِﺡْﻭُّﺮﻟﺍَﻭ

(Rabbul Malaaikati Warruuh).

Dari jalur Abdurrahman bin Abza,dari bapaknya terdapat tambahan, “Dan beliau meninggikan suaranya pada bacaan yang terakhir.” Sehingga ringkasnya, pada bacaan yang ketiga ditinggikan dan dipanjangkan suaranya dengan tambah bacaan Rabbul Malaaikati Warruuh.
(Diringkaskan dari Hisnul Muslim, pada Bab: Dzikir ‘Uqbas Salam Minal Witri, lihat juga Zaadul Ma’ad yang telah di tahqiq Syu’aib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Nauth: 1/337)

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca di akhir witirnya,
ﻲِّﻧِﺇ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ُﺫﻮُﻋَﺃ ْﻦِﻣ َﻙﺎَﺿِﺮِﺑ َﻚِﻄْﺨُﺳ ﻚِﺗﺎَﻓﺎَﻌُﻤِﺑَﻭَ
َﻚِﺘَﺑﻮُﻘُﻋ ْﻦِﻣ ُﺫﻮُﻋَﺃَﻭ َﻚِﺑ َﻚْﻨِﻣ ﺎَﻟ ﻲِﺼْﺣُﺃ َﻚْﻴَﻠَﻋ ًﺀﺎَﻨَﺛ
َﺖْﻧَﺃ َﺖْﻴَﻨْﺛَﺃ ﺎَﻤَﻛ ﻰَﻠَﻋ َﻚِﺴْﻔَﻧ

‘Allaahumma innii a’uudzu bi-ridlaaka min sakhathika, wa bi-mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika min-ka laa uhshii tsanaa-an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika’

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridlaan-Mu dari kemurkaan- Mu, dengan maaf-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari-Mu. Aku tidak bisa menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu sendiri” (HR. Abu Dawud, al-Nasi, dan Ahmad)

Jumat, 31 Januari 2014

12 TRICK JITU AGAR DOA CEPAT TERKABUL

12 CARA BERDO'A AGAR CEPAT TERKABUL

Sahabat,setiap kita punya keinginan yang ingin tercapai, entah itu cita-cita, harapan, ataupun mengharapkan pasangan hidup (jodoh), ada 12 tips dalam berdo'a agar maqbul dan di ijabah.

1. Memuji Allah terlebih dahulu Dengan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:
“Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani.)

2. Taubat terlebih dahulu
Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:
"Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.”
(QS. Al-Anbiya: 90)

3. Rendahkan diri ketika berdoa Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, Dan hatipun sambil menjerit agar dikabulkan.Allah Swt berfirman:
“Dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.”
( QS. Al-Anbiya: 90)

4. Jelas dan tegas ketika berdo'a Janganlah berdoa dengan main-main seperti anjuran Nabi Saw:“Janganlah seseorang mengatakan dalam do'anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah  berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo'a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.:
(HR. Abu Daud, Hadist Sahih)

5. Berdo'alah di setiap kondisi Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:
"Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.”

6. Berdoalah dengan suara lembut Dan cukup di dengarkan sendiri bila berdoa sendiri.“Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”
(QS. Al’Araf: 55)

7. Mengulangi do'a tiga kali
Sebab Nabi Saw mengulangi do'anya tiga kali.(HR. Muslim)

8. Menghadap kiblat Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa.
(HR. Bukhari)

9. Mencari waktu mustajab ketika berdoa Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum'at, ketika sahur dll.

10. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do'a.
(HR. Bukhari)

11. Berwudhu sebelum berdo'a
Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain:
” Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”.
(Muttafaq’alaih ).

12. Berdoa dengan maksud baik Seseorang yang berdo'a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan didalam kisah Nabi Musa As: "Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku".Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha:25)

MACAM MACAM ZINA

MACAM - MACAM ZINA

1. Zina al-lamam-Zina ain (zina mata) yaitu memandang lawan jenis dengan perasaan senang.

- Zina Qolbi (zina hati) yaitu memikirkan atau menghayalkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya.

- Zina Lisan (zina ucapan) yaitu membincangkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya

- Zina Yadin (zina tangan) yaitu
memegang tubuh lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya

2. Zina Sebenarnya Al-Lamam (Zina Yang Sebenarnya)

- Zina muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh orang yang telah bersuami istri,hukumannya adalah dirajam sampai mati.

- Zina gairu muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh orang yang belum bersuami istri,hukumannya adalah didera sebanyak 100X dengan menggunakan rotan.

Perbuatan zina adalah perbuatan dosa besar yang berakibat akan mendapatkan sangsi yang berat bagi pelaku.

Hadist - Hadist Tentang Zina

Hadits 1
ﻞﺤﻳ ﻻ ﻡﺩ ﺉﺮﻣﺍ ﻢﻠﺴﻣ ، ﺪﻬﺸﻳ ﻥﺃ ﻻ
ﻪﻟﺇ ﻻﺇ ﻪﻠﻟﺍ ﻲﻧﺃﻭ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ، ﻻﺇ
ﺙﻼﺛ ﻯﺪﺣﺈﺑ : ﺲﻔﻨﻟﺍ
ﺲﻔﻨﻟﺎﺑ ﺐﻴﺜﻟﺍﻭ، ﻲﻧﺍﺰﻟﺍ ،
ﻕﺭﺎﻔﻤﻟﺍﻭ ﻙﺭﺎﺘﻟﺍ ﻪﻨﻳﺪﻟ ﺔﻋﺎﻤﺠﻠﻟ
“Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang :
1. Pembunuh,
2. Orang yang sudah menikah lalu berzina,
3. Orang yang keluar dari Islam.
(HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676)

Catatan : Para ulama menjelaskan bahwa hak membunuh tiga jenis orang di sini tidak terdapat pada semua orang.

Hadits 2
ﻥﺇ ﻦﻣ ﻁﺍﺮﺷﺃ ﻥﺃ: ﺔﻋﺎﺴﻟﺍ ﻊﻓﺮﻳ
ﻢﻠﻌﻟﺍ ﺖﺒﺜﻳﻭ ﻞﻬﺠﻟﺍ ، ﺏﺮﺸﻳﻭ
ﺮﻤﺨﻟﺍ ، ﺮﻬﻈﻳﻭ ﺎﻧﺰﻟﺍ
“Tanda-tanda datangnya kiamat diantaranya: Ilmu agama mulai hilang, dan kebodohan terhadap agama merajalela, banyak orang minum khamr, dan banyak orang yang berzina terang-terangan (HR. Bukhari no.80)

Hadits 3
ﻥﺍ ﻦﻣ ﻼﺟﺭ ﻢﻠﺳﺃ ﺀﺎﺟ ، ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ
ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻑﺮﺘﻋﺎﻓ ﺎﻧﺰﻟﺎﺑ ،
ﺽﺮﻋﺄﻓ ﻪﻨﻋ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ
ﻰﺘﺣ ﻢﻠﺳﻭ ﻰﻠﻋ ﺪﻬﺷ ﻪﺴﻔﻧ ﻊﺑﺭﺃ
ﺕﺍﺮﻣ ﻝﺎﻗ ، ﻪﻟ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ
ﻪﻴﻠﻋ : ﻢﻠﺳﻭ ) ﻚﺑﺃ ﻥﻮﻨﺟ( ﻝﺎﻗ . : ﻻ ،
ﻝﺎﻗ : ) ﺖﻨﺼﺣﺁ ( ﻝﺎﻗ . ﻢﻌﻧ : ، ﺮﻣﺄﻓ
ﻢﺟﺮﻔﻬﺑ ﻰﻠﺼﻤﻟﺎﺑ ، ﺎﻤﻠﻓ ﻪﺘﻘﻟﺫﺃ
ﺓﺭﺎﺠﺤﻟﺍ ﺮﻓ ، ﻙﺭﺩﺄﻓ ﻢﺟﺮﻓ ﻰﺘﺣ
ﺕﺎﻣ . ﻝﺎﻘﻓ ﻪﻟ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ
ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﺍﺮﻴﺧ ، ﻰﻠﺻﻭ ﻪﻴﻠﻋ “
Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina.
Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali.
Kemudian beliau bertanya: Apakah engkau gila..?
Ia menjawab: ‘Tidak’.
Kemudian beliau bertanya lagi : ‘Apakah engkau pernah menikah..?
Ia menjawab: ‘Ya’.
Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari.Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’ala ihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

Hadits 4
ﻻ ﻲﻧﺍﺰﻟﺍ ﻲﻧﺰﻳ ﻦﻴﺣ ﻲﻧﺰﻳ ﻮﻫﻭ ﻦﻣﺆﻣ
Pezina tidak dikatakan mu’min ketika ia berzina.
(HR. Bukhari no. 2475, Muslim no.57)

Hadits 5
ﻲﻧﺍﺰﻟﺍ ﺐﻳﺮﻐﺗ ﺔﻨﺳ “
Mengasingkan pezina itu sunnah.
(HR. Ibnu Hazm dalam Al Muhalla ,8/349)

Hadits 6
ﻝﺎﻗ ﻮﺑﺃ : ﺓﺮﻳﺮﻫ ﻩﺰﻧ ﻥﺎﻤﻳﻹﺍ ﻦﻤﻓ
ﻪﻗﺭﺎﻓﺎﻧﺯ ﻥﺎﻤﻳﻹﺍ ، ﻦﻤﻓ ﻡﻻ ﻪﺴﻔﻧ
ﻊﺟﺍﺭﻭ ﻪﻌﺟﺍﺭ ﻥﺎﻤﻳﻹﺍ

Abu Hurairah berkata : Iman itu suci. Orang yang berzina, iman
meninggalkannya . Jika ia menyesal dan bertaubat, imannya kembali. (HR.Ibnu Abi Syaibah dalam Syu’abul Iman)

Ya Allah,Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami,ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan tulis komentar Like dan Bagikan di media sosialmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...

✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini

✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid

✔ Lapangkanlah hatinya

✔ Bahagiakanlah keluarganya

✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

✔ Mudahkan segala urusannya

✔ Kabulkan cita-citanya

✔ Jauhkan dari segala Musibah

✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah ,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.

✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Jumat, 08 November 2013

KHUSUS UNTUK PARA WANITA

WANITA SHALIHAH PERHIASAN DUNIA

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, artinya :

"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)

Selasa, 27 Agustus 2013

AMALAN DAN KASIAT SURAT YUSUF

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sobat muslim, Al-Qur'an merupakan salah satu anugerah dari Allah SWT kepada seluruh umat islam yang tak ternilai harga nya. Selain menjadi pedoman hidup, masih ada banyak sekali manfaat dari Al-Qur'an untuk seluruh manusia terutama kaum muslim.
nah, kali ini saya akan sedikit
berbagi ilmu dan pengetahuan kepada anda-anda sekalian tentang satu manfaat tersembunyi di dalam Al-Qur'an. Salah satunya ada di Surat Yusuf tepatnya di ayat ke empat.
Apa faedah nya?

Senin, 26 Agustus 2013

AGAR DOA MUSTAJAB

Doa pada artikel sebelumnya mengandung persoalan-persoalan pokok dalam akidah Islam di antaranya:

1. Rasa gundah dan sedih yang menimpa seseorang akan menjadi kafarah (penghapus dari dosanya) berdasarkan hadits Mu'awiyah radliyallah 'anhu,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sabda,

ﺎَﻣ ْﻦِﻣ َﻦِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ ُﺐﻴِﺼُﻳ ٍﺀْﻲَﺷ ﻲِﻓ ِﻩِﺪَﺴَﺟ ﺎَّﻟِﺇ ِﻪﻳِﺫْﺆُﻳ
ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺮَّﻔَﻛ ُﻪْﻨَﻋ ِﻪِﺑ ْﻦِﻣ ِﻪِﺗﺎَﺌِّﻴَﺳ

"Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada tubuhnya sehingga membuatnya sakit kecuali Allah akan menghapuskan dosa- dosanya. " (HR. Ahmad 4/98, Al-Hakim 1/347 dan beliau menyatakan shahih sesuai syarat Syaikhain. Imam al- Dzahabi menyepakatinya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al- Shahihah 5/344, no. 2274)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma , dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , beliau bersabda:
ﺎَﻣ َﻢﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ُﺐﻴِﺼُﻳ ٍﺐَﺼَﻧ ْﻦِﻣ ٍﺐَﺻَﻭ َﻻَﻭ َﻻَﻭ َﻻَﻭ ٍّﻢَﻫ
َﻻَﻭ ٍﻥْﺰُﺣ ﻯًﺫَﺃ ٍّﻢَﻏ َﻻَﻭ ﻰَّﺘَﺣ ِﺔَﻛْﻮَّﺸﻟﺍ ﺎَﻬُﻛﺎَﺸُﻳ َّﻻِﺇ َﺮَّﻔَﻛ
ُﻪﻠﻟﺍ ﺎَﻬِﺑ ُﻩﺎَﻳﺎَﻄَﺧ ْﻦِﻣ
"Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan,gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya. ” (Muttafaqun alaih)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin
(1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti.

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu.Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala . Sehingga, bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu:

a. Dia mengingat pahala dan mengharapkannya, maka dia akan mendapatkan dua balasan, yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah).

b. Dia lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala ), maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala. Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau larut dalam kesedihan karena kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, tak akan akan
berlalu tanpa arti. Dengannya Allah akan memberi pahala dan menghapuskan dosamu. . .

Dari penjelasan ini, ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah:

beruntung dengan mendapatkan
penghapus dosa dan tambahan kebaikan, atau merugi, tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.”

2. Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya,seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu. Hal ini ditunjukkan lafadz, Inni 'Abduka Wabnu 'Abdika Wabnu Amatik (Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu,anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu).

Kedudukan ubudiyah merupakan
tingkatan iman tertinggi.Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki
sekutu.

3. Semua urusan hamba berada di tangan Allah yang diarahkan sekehandak-Nya. Dan masyi'ah
(kehendak) hamba mengikuti kehendak Allah. hal ini ditunjukkan oleh lafadz, Naashiyatii biyadik (Ubun-ubunku berada di tangan-Mu).

4. Allah yang berhak mengadili dan
memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam perselisihan di antara mereka. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz,'Adlun fiyya qadla-uka (Ketetapan-Mu adil atas diriku).

Allah Ta'ala berfirman,
ِﻥِﺇ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎَّﻟِﺇ ُﻢْﻜُﺤْﻟﺍ ﺎَّﻟَﺃ َﺮَﻣَﺃ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﺎَّﻟِﺇ َﻚِﻟَﺫ ُﻦﻳِّﺪﻟﺍ
ُﻢِّﻴَﻘْﻟﺍ
"Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, . . " (QS. Yuusuf: 40)

5. Ketetapan takdir-Nya adil dan baik bagi seorang muslim. Jika dia mendapat kebaikan, bersyukur, dan itu baik baginya. Sebaliknya, bila tertimpa keburukan (musibah atau bencana) dia bersabar, dan itupun baik baginya. Semua perkara orang mukmin itu baik,
dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. (HR. Muslim)

6. Anjuran untuk bertawassul dengan Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang Mahaindah) dan sifat-sifatnya yang Maha tinggi. Allah perintahkan sendiri bertawassul dengannya dalam firman-Nya,
ِﻪَّﻠِﻟَﻭ ﻰَﻨْﺴُﺤْﻟﺍ ُﺀﺎَﻤْﺳَﺄْﻟﺍ ﺎَﻬِﺑ ُﻩﻮُﻋْﺩﺎَﻓ
"Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu . ." (QS. Al- A'raaf: 180)

7. Nama-nama Allah dan sifat-sifatnya adalah tauqifiyyah yang tidak diketahui kecuali melalui wahyu. Allah sendiri yang menamakan diri-Nya dengan nama-nama tersebut dan mengajarkannya kepada para hamba- Nya.

8. Nama-nama Allah tidak terbatas pada 99 nama. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka (atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu).
Sedangkan hadits yang menerangkan jumlah nama Allah ada 99,
َّﻥﺇ ًﺔَﻌْﺴِﺗ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎًﻤْﺳﺍ َﻦﻴِﻌْﺴِﺗَﻭ ًﺔَﺋﺎِﻣ ﺍًﺪِﺣﺍَﻭ ﺎَّﻟِﺇ ْﻦَﻣ
ﺎَﻫﺎَﺼْﺣَﺃ َﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻞَﺧَﺩ
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya pasti masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut imam al- Khathabi dan lainnya, maknanya adalah seperti orang yang mengatakan "Saya memiliki 1000 dirham yang kusiapkan untuk sedekah," yang bukan berarti uangnya hanya 1000 dirham itu saja.
(Majmu' Fatawa: 5/217)

9. Al-Qur'an memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus. Keberadaannya laksana musim semi bagi hati orang mukmin, memberi kenyamanan pada hatinya, menjadi cahaya bagi dadanya, sebagai pelipur kesedihannya, dan penghilang bagi kesusahannya. Hal ini menunju

DOA YANG MUSTAJAB SAAT DILANDA KESUSAHAN

َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ َﻙُﺪْﺒَﻋ ﻲِّﻧِﺇ َﻙِﺪْﺒَﻋ ُﻦْﺑﺍَﻭ ُﻦْﺑﺍَﻭ َﻚِﺘَﻣَﺃ ﻲِﺘَﻴِﺻﺎَﻧ
َﻙِﺪَﻴِﺑ ٍﺽﺎَﻣ َّﻲِﻓ َﻚُﻤْﻜُﺣ ٌﻝْﺪَﻋ َﻙُﺅﺎَﻀَﻗ َّﻲِﻓ َﻚُﻟَﺄْﺳَﺃ
ِّﻞُﻜِﺑ ٍﻢْﺳﺍ َﻮُﻫ َﺖْﻴَّﻤَﺳ َﻚَﻟ ِﻪِﺑ َﻚَﺴْﻔَﻧ ُﻪَﺘْﻟَﺰْﻧَﺃ ْﻭَﺃ ﻲِﻓ
َﻚِﺑﺎَﺘِﻛ ْﻭَﺃ ُﻪَﺘْﻤَّﻠَﻋ ْﻦِﻣ ﺍًﺪَﺣَﺃ َﻚِﻘْﻠَﺧ ْﻭَﺃ َﺕْﺮَﺛْﺄَﺘْﺳﺍ ِﻪِﺑ ﻲِﻓ
ِﻢْﻠِﻋ َﻙَﺪْﻨِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻞَﻌْﺠَﺗ ْﻥَﺃ َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻊﻴِﺑَﺭ ﻲِﺒْﻠَﻗ َﺭﻮُﻧَﻭ
ﻱِﺭْﺪَﺻ ﻲِﻧْﺰُﺣ َﺀﺎَﻠِﺟَﻭ ﻲِّﻤَﻫ َﺏﺎَﻫَﺫَﻭ

Allaahumma innii 'abduka wabnu 'abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, 'adlun fiyya qadlaa'uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min khalqika, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka, an taj'alal Qur'aana rabii'a qalbii wanuura shadrii wajalaa'a huzni wa dzahaaba hammii

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki- laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku."

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas'ud radliyallah 'anhu ,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas'ud berkata,

"Ada yang bertanya, 'Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya? ' Beliau menjawab, 'Ya, sudah sepatutnya orang yangwmendengarnya untuk
mempelajarinya'. "
(HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al- Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Apabila yang Berdoa Seorang Wanita

Bentuk lafadz doa di atas untuk mudzakar (laki-laki), Ana 'Abduka (aku hamba laki-laki-Mu), Ibnu 'Abdika Wabnu Amatik (anak laki-laki dari hamba-laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba perempuan-Mu).  Kalau yang berdoa adalah laki-laki tentunya lafadz tersebut tepat dan tidak menjadi persoalan. Namun, bila yang berdoa seorang muslimah, apakah dia harus mengganti lafadz di atas dengan bentuk mu'annats (untuk perempuan), yaitu dengan Allaahumma Inni Amatuk, Ibnatu 'Abdika, Ibnatu Amatik (Ya Allah aku adalah hamba wanita-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu)?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang mendengar doa di atas, tapi dia tetap berpegang dengan lafadz hadits. Lalu ada yang berkata padanya, ucapkan, " Allahumma Inni Amatuk . . . ." namun dia menolak dan tetap memilih lafadz dalam hadits, apakah dia dalam posisi yang benar ataukah tidak?

Kemudian beliau menjawab,

"Selayaknya dia mengucapkan dalam doanya, "Allahumma Inni Amatuk, bintu amatik  . . . " dan ini adalah yang lebih baik dan tepat, walaupun ucapannya, 'Abduka, ibnu 'abdika memiliki pembenar dalam bahasa Arab seperti lafadz zauj (pasangan; bisa digunakan untuk suami atau istri-pent), wallahu a'lam."
(Majmu' Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah:22/488)

Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah pernah juga ditanya tentang cara berdoanya seorang wanita dengan doa tersebut. Apakah wanita itu tetap mengucapkan, "wa ana 'abduka wabnu 'abdika " (dan saya adalah hamba laki- laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba di laki-laki-Mu) ataukah harus mengganti dengan, "Wa ana amatuk, ibnu 'andika atau bintu 'abdika"?

Beliau rahimahullah menjawab,

"Persoalan ini luas Insya Allah,Persoalan dalam masalah ini luas. Apabila wanita itu berdoa sesuai dengan hadits, tidak apa-apa.

Dan jika berdoa dengan bentuk yang ma'ruf bagi wanita, Allahumma innii amatuk, wabnutu 'abdika, juga tidak apa-apa,semuanya baik

ARTI DARI KESEPIAN

YOU'RE NOT ALONE,DON'T WORRY

Kebanyakan manusia menyatakan
kesepian bila sendirian, bahkan tetap kesepian di tengah-tengah
keramaian apa lagi di jaman yang individualitasnya sangat tinggi
Sehingga menusia membuat tempat- tempat hiburan yang di dalamnya terdapat musik yang hingar bingar tapi anehnya di tengah-tengah gelegar suara musik tersebut mereka tetap kesepian

Jadi, apa itu SEPI?

Ternyata sepi tidak sama dengan
kesepian, MENGAPA?

Karena di tengah-tengah keramaianpun seseorang bisa
merasa kesepian

Kesepian timbul karena rasa yang
merasa sendirian tanpa orang-orang yang dicintai

Disinilah awal munculnya kesepian
tersebut. Sesungguhnya manusia yang sadar akan keberadaan Allah SWT tidak akan pernah kesepian apa lagi kalau sadar bahwa manusia sebenarnya tidak pernah sendiri walapun sendirian, tidak pernah kesepian walaupun dalam keadaan sepi.

Karena manusia walaupun sendirian secara fisik tapi sebenarnya banyak pendamping-pendampingnya yang setia yaitu anggota tubuhnya masih berfungsi

Masih menemukan cahaya

Masih mendengarkan suara

Masih bersama waktu dan tahu waktu

Orang lain masih ada disekitarnya

Bisa berkomunikasi dua arah dengan orang lain

Bisa berbuat apa saja yang bisa
dilakukan jadi, sebenarnya bila seseorang kesepian atau merasa sepi,Orang tersebut hanya terpaku pada kesendiriannya, tanpa orang lain atau bersama orang lain, tapi tidak bersama orang-orang yang dicintainya atau orang tersebut berpikiran
sangat sempit

Yaitu dia hanya berputar-putar pada dirinya sendiri, hanya pada jasmaninya saja.

Padahal secara rohani seseorang
dimanapun dan kapanpun dia tidak pernah sendirian. . .

Karena Allah SWT selalu
bersamanya dua Malaikat Rokib dan Atid selalu bersamanya

Hanya dia tidak sadar atau tidak
mempercayai keberadaan Allah dan malaikat tersebut.

Manusia benar-benar sepi sendirian dan kesepian apabila Allah SWT tidak ada ( dan ini mustahil )

Bagi yang tidak beriman kepada Allah SWT manusia benar-benar sepi, sendiri dan kesepian.

Apabila tidak ada cahaya atau hidup dalam kegelapan

Tidak tahu waktu, baik melalui matahari atau jam

Tidak mendengar suara apapun

Tidak melihat apapun

Tidak bisa merasakan apapun

Tidak bisa berkomunikasi kepada
siapapun

Tidak bisa berbuat apapun

Jadi, selama semua hal tersebut
masih ada dan dia sadari itu semua maka sesungguhnya dia tidak akan pernah merasa kesepian sedikitpun dimanapun dan kapanpun dia berada bagi yang beriman kepada Allah SWT tak ada alasan sedikitpun untuk
kesepian

Omong kosong kalau beriman tapi
tetap kesepian kalau kesepian walau beriman. berarti imannya belum sempurna hanya iman aku-akuan

Bagi seorang sufi, walau mungkin ada yang tak suka dengan istilah ini dia lebih menyukai sepi dan
sendiriana karena dengan menyepi dan menyendiri lebih banyak waktu yang ia pergunakan untuk berdzikir dan bermunajat
kepada Allah SWT.

Itu sufi di jaman lampau, kesufian di jaman kiwari atau sufi di jaman
modern sekarang ini bukan pergi ke tempat-tempat sunyi dan sepi.
Namun dia adalah pejuang-pejuang Islam yang terjun ke medan juang yang penuh dengan onak dan duri, yang bermandi keringat dan jika perlu air mata, darah bahkan nyawa, semangat juang yang membara di tengah-tengah kobaran api yang terus membakar dan menyalakan semangat juang yang tak kenal henti dan berhenti, kecuali mati.

Bukan lagi pergi jauh menghindari keramaian publik yang mungkin penuh caci maki dan mungkin penuh dengan kotoran yang hampir menenggelamkan semua actor moralitas yang membina ummat di manapun dan kapan pun berada, tak kenal waktu dan tempat.

Berjuang dan terus membina ummat sebisa atau semampunya, sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Tak pernah kenal takut dan tak pernah mundur dalam mengorbankan panji-panji Illahi robbi.

Menerjang dan terus menerjang dengan kekuatan yang sepertinya tanpa batas, karena ada sandarannya yang Maha Kuat, Dialah Allah SWT, sandaran yang tak pernah meninggalkannnya dalam berjuang membela kebanaran yang hakiki, bukan kebenaran yang nisbi.

Kebenaran yang dibawanya adalah kebenaran Illahiyah, kebenaran mutlak. Dan landasannya adalah Al Qur’an dan Hadist, ayat yang dibawanya terkadang tak banyak,yang di sampaikannya juga tak melulu ayat-ayat Qur’an, kalimat yang dibawanya pun sederhana, mudah dicerna dan tak berbelit-belit.

“Baliighu anni walau ayah”

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat( HR Bukhori, Imam Ahmad dan At Tirmidzi)

begitu bunyi hadist yang dipegangnya kuat-kuat.

Kamis, 22 Agustus 2013

RAHASIA DZIKIR

RAHASIA BERDZIKIR KEPADA ALLAH SWT

Salah satu perkara penting yang sangat dianjurkan oleh Islam ialah dzikrullah (mengingat Allah). Dan Allah menyuruh orang beriman agar mengingat Allah dalam jumlah yang banyak atau non-stop terus-menerus.

ﺎَﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻬُّﻳَﺃ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ﺍﻭُﺮُﻛْﺫﺍ َﻪَّﻠﻟﺍ ﺍًﺮْﻛِﺫ ﺍًﺮﻴِﺜَﻛ

“Hai orang-orang yang beriman,
berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyak nya.” (QS Al-Ahzab 41)

Bagi orang yang dapat menikmati manis atau lezatnya iman, maka mengingat Allah subhaanahu wa ta’aala terus-menerus bukanlah hal yang sulit. Ia bahkan tidak memandangnya sebagai sebuah beban atau kewajiban. Malah ia memandang kegiatan mengingat Allah subhaanahu wa ta’aala justru sebagai suatu kebutuhan karena cintanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala yang amat-sangat. Bila orang mencintai sesuatu atau seseorang demikian dalamnya, maka secara otomatis ingatannya akan selalu tertuju kepada fihak yang dicintainya itu. Akan sulit baginya untuk mengalihkan perhatian dan ingatannya dari sang kekasih yang ia cintai tersebut.

ٌﺙﺎَﻠَﺛ ْﻦَﻣ ِﻪﻴِﻓ َّﻦُﻛ َﺪَﺟَﻭ ْﻥَﺃ ِﻥﺎَﻤﻳِﺈْﻟﺍ َﺓَﻭﺎَﻠَﺣ َﻥﻮُﻜَﻳ
ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪُﻟﻮُﺳَﺭَﻭ ِﻪْﻴَﻟِﺇ َّﺐَﺣَﺃ ﺎَّﻤِﻣ ﺎَﻤُﻫﺍَﻮِﺳ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya….” (HR Bukhari –Shahih)

َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ُّﺪَﺷَﺃ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎًّﺒُﺣ

“Adapun orang-orang yang beriman amat-sangat cintanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala .” (QS Al-Baqarah 165)

Dan Allah subhaanahu wa ta’aala
menjanjikan bagi laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah bahwa untuk mereka telah disediakan ampunan dan pahala yang besar.

َﻦﻳِﺮِﻛﺍَّﺬﻟﺍَﻭ َﻪَّﻠﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﺜَﻛ َّﺪَﻋَﺃ ِﺕﺍَﺮِﻛﺍَّﺬﻟﺍَﻭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢُﻬَﻟ
ًﺓَﺮِﻔْﻐَﻣ ﺍًﺮْﺟَﺃَﻭ ﺎًﻤﻴِﻈَﻋ

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al- Ahzab 41)

Di dalam era penuh fitnah seperti sekarang ini banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan kegelisahan manusia. Maka dzikrullah dapat menjadi solusi mengatasi berbagai kegelisahan tersebut. Demikian janji Allah subhaanahu wa ta’aala.

َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ُّﻦِﺌَﻤْﻄَﺗَﻭ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ِﺮْﻛِﺬِﺑ ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻛِﺬِﺑ ﻻَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ
ُّﻦِﺌَﻤْﻄَﺗ ُﺏﻮُﻠُﻘْﻟﺍ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar- Ra’du 28)

Bahkan lebih jauh lagi Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan orang-orang yang beriman sebagai mereka yang hatinya sedemikian terpaut dengan Allah subhaanahu wa ta’aala,sehingga tatkala nama Allah disebut,hati mereka bergetar dan bila dibacakan ayat-ayat-Nya, iman mereka meningkat. Subhaanallah.

َﻥﻮُﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ ﺎَﻤَّﻧِﺇ ﺍَﺫِﺇ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﺮِﻛُﺫ ُﻪَّﻠﻟﺍ ْﺖَﻠِﺟَﻭ ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ
ﺍَﺫِﺇَﻭ ْﺖَﻴِﻠُﺗ ْﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ُﻪُﺗﺎَﻳﺁ ْﻢُﻬْﺗَﺩﺍَﺯ ﺎًﻧﺎَﻤﻳِﺇ ْﻢِﻬِّﺑَﺭ ﻰَﻠَﻋَﻭ
َﻥﻮُﻠَّﻛَﻮَﺘَﻳ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat- ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah mereka bertawakal.” (QS Al-Anfaal 2)

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan bahwa seluruh dunia dengan segenap isinya adalah terlaknat kecuali beberapa hal. Dan salah satu hal itu ialah kegiatan dzikrullah. Maksudnya ialah bahwa dunia merupakan tempat yang sangat tidak berarti, bahkan sangat buruk. Tetapi ada beberapa hal atau kegiatan yang masih dapat membuat dunia ini menjadi baik dan ada artinya. Salah satunya ialah kegiatan mengingat Allah subhaanahu wa ta’aala.

ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ٌﺔَﻧﻮُﻌْﻠَﻣ ٌﻥﻮُﻌْﻠَﻣ ﺎَﻣ ﺎَﻬﻴِﻓ ﺎَّﻟِﺇ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﺮْﻛِﺫ ﺎَﻣَﻭ
ُﻩﺎَﻟﺍَﻭ ْﻭَﺃ ﺎًﻤِﻟﺎَﻋ ْﻭَﺃ ﺎًﻤِّﻠَﻌَﺘُﻣ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang berhubungan dengannya,atau seorang yang ‘alim dan mengajarkan ilmunya.” (HR Ibnu Majah– Hasan)

Dalam dunia modern penuh fitnah
dewasa ini terasa betapa dunia
telah menjadi tempat yang terlaknat.Sebab begitu banyak hal telah diagungkan sedemikian rupa sampai ke derajat diperlakukan laksana ilah-ilah tandingan selain Allah subhaanahu wa ta’aala. Banyak manusia yang kesibukannya bukanlah mengingat Rabbnya, Allah subhaanahu wa ta’aala. Mereka malah sibuk mengingat duit atau harta-kekayaan yang diyakininya dapat melestarikan kebahagiaan hidupnya di dunia. Atau sibuk mengingat wanita cantik bahkan ahli-maksiat seperti artis, selebritis atau bintang filem. Ada lagi yang sibuk mengingat idolanya dalam dunia olahraga, seperti sepakbola atau pembalap mobil formula. Ada pula yang terobsesi mengingat segala strategi dan taktik untuk mempertahankan kelestarian jabatan dan kekuasaannya. Ada lagi yang hanya sibuk mengingat bossnya, pemimpinnya, atasannya yang padahal bukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sungguh di zaman penuh fitnah seperti sekarang ini kegiatan dzikrullah menjadi suatu perjuangan tersendiri. Sebab dewasa ini orang yang sibuk memfokuskan perhatian dan ingatannya kepada Dzat Yang Maha Mulia tentu menjadi manusia yang melawan arus ditengah-tengah kebanyakan manusia lainnya yang telah tenggelam ke dalam arus hebat dosa syirik mengingat dan mengagungkan selain Dzat Yang Maha Kuasa, Allah subhaanahu wa ta’aala.

BAHAYA PERCAYA DUKUN DAN RAMALAN BINTANG

BAHAYANYA PERCAYA PERBINTANGAN, MBAH DUKUN DST

Perdukunan dan ramalan zodiak (rasi perbintangan), keduanya berkaitan dengan masalah mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib. Yang dimaksud perkara ghaib, yaitu perkara yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera. (Lihat ‘Alamus Sihr, hlm. 263, karya Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar).

Termasuk perkara ghaib adalah apa yang akan terjadi. Sesungguhnya yang mengetahui perkara ghaib hanyalah Allah Ta’ala. Dia berfirman:
ﻞُﻗ ُﻢَﻠْﻌَﻳ َّﻻ ﻦَﻣ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﻲِﻓ ِﺽْﺭَﻷْﺍَﻭ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َّﻻِﺇ
ُﻪﻠﻟﺍ
Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah." [An Naml : 65].

Perdukunan dan ramalan zodiak
sama-sama haram. Kemudian perlu diketahui, yang dimaksudkan dengan dukun di sini, ialah yang bahasa arabnya adalah kahin atau ‘arraf, yaitu orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib, apa yang akan terjadi, tempat barang hilang,pencuri barang, isi hati orang dan semacamnya, meskipun di masyarakat dikenal dengan sebutan kyai, orang pintar, orang tua atau lainnya. Mendatangi dukun seperti ini haram hukumnya. Barangsiapa mendatanginya dan bertanya sesuatu kepadanya, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima oleh

Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda:
ﻰَﺗَﺃ ْﻦَﻣ ﺎًﻓﺍَّﺮَﻋ ُﻪَﻟَﺄَﺴَﻓ ْﻦَﻋ ْﻢَﻟ ٍﺀْﻲَﺷ ْﻞَﺒْﻘُﺗ ُﻪَﻟ
ٌﺓﺎَﻠَﺻ َﻦﻴِﻌَﺑْﺭَﺃ ًﺔَﻠْﻴَﻟ
Barangsiapa mendatangi ‘arraf, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim,no. 2.230].

Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ﻰَﺗَﺃ ْﻦَﻣ ﺎًﻀِﺋﺎَﺣ ًﺓَﺃَﺮْﻣﺍ ْﻭَﺃ ﻲِﻓ ﺎَﻫِﺮُﺑُﺩ ْﻭَﺃ ﺎًﻨِﻫﺎَﻛ ْﺪَﻘَﻓ
ﺎَﻤِﺑ َﺮَﻔَﻛ َﻝِﺰْﻧُﺃ ﻰَﻠَﻋ ﻰَّﻠَﺻ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ
Barangsiapa mendatangi (yakni menggauli/mengumpuli) wanita haidh atau mendatangi (yakni menggauli/mengumpuli) wanita pada duburnya atau mendatangi kahin (dukun), maka dia telah kafir kepada (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. [HR Tirmidzi, Abu Dawud,dan lain-lain].

Ilmu At Ta’tsir (astrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bintang,dengan anggapan bahwa bintang-bintang itu memiliki pengaruh;termasuk ramalan zodiak bintang). Ini ada tiga:

1. Seseorang meyakini bahwa
bintang-bintang memiliki pengaruh,sebagai pelaku, dalam arti bahwa bintang-bintang itu yang menciptakan kejadian-kejadian dan keburukan-keburukan. Demikian ini termasuk kategori syirik akbar (syirik yang lebih besar, orangnya kafir atau murtad jika dia orang Islam). Karena, barangsiapa mengakui ada pencipta lain yang menyertai Allah (selain Dia), maka dia musyrik, yaitu melakukan perbuatan syirik yang besar.Sebab dia telah menjadikan makhluk yang ditundukkan (yaitu bintang), menjadi pencipta yang menundukkan.

2. Seseorang menjadikan bintang- bintang sebagai sebab, sehingga berdasarkan bintang-bintang itu,dia mengklaim mengetahui ilmu ghaib.

Dia mengambil petunjuk dengan gerakan bintang-bintang,
perpindahannya dan perubahannya bahwa akan terjadi demikian dan demikian karena bintang anu telah menjadi demikian dan demikian.

Seperti seseorang mengatakan
“Orang ini kehidupannya akan celaka karena dia dilahirkan pada bulan ini dan itu”, “Orang ini kehidupannya akan bahagia karena dia dilahirkan pada bulan ini dan itu”. Orang yang berkata seperti ini telah menjadikan perbintangan sebagai sarana untuk mengklaim ilmu ghaib. Sedangkan klaim bahwa dia tahu ilmu ghaib merupakan kekufuran yang mengakibatkan keluar dari agama.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ﻞُﻗ ُﻢَﻠْﻌَﻳ َّﻻ ﻦَﻣ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﻲِﻓ ِﺽْﺭَﻷْﺍَﻭ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َّﻻِﺇ
ُﻪﻠﻟﺍ
Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah." [An Naml : 65].

Maka barangsiapa mengaku telah mengetahui terhadap ilmu ghaib,berarti dia telah mendustakan Al-Qur’an. Maka barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib atau membenarkan orang yang mengaku-ngaku hal itu, maka dia musyrik,kafir. Karena dia mengaku-ngaku menyamai Allah dalam perkara yang termasuk kekhususan-kekhusuanNya.” [kitab At Tauhid,hlm. 31].

Seperti : dukun, tukang tenung atau yang sejenisnya. Kenyataan ini bisa didapati pada banyak negara Islam.

Ini adalah kekeliruan yang sangat berbahaya dalam aqidah, karena merupakan perbuatan menyekutukan Allah dengan selainNya dalam hal yang menjadi kekhususan Allah, yaitu mengetahui perkara ghaib.

Dalam sebuah hadits,
ْﻦَﻣ ﺎًﻨِﻫﺎَﻛ ﻰَﺗَﺃ ﺎًﻓﺍَّﺮَﻋ ْﻭَﺃ ُﻪَﻗَّﺪَﺼَﻓ ُﻝﻮُﻘَﻳ ﺎَﻤِﺑ ْﺪَﻘَﻓ
ﺎَﻤِﺑ َﺮَﻔَﻛ َﻝِﺰْﻧُﺃ ﻰَﻠَﻋ ﻰَّﻠَﺻ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ
Barangsiapa yang mendatangi tukang tenung atau dukun, lalu ia percaya dengan apa yang dikatakan dukun atau tukang tenung itu,berarti ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad. [HR. Imam Ahmad]

Dukun-dukun itu telah banyak merusak sendi-sendi kehidupan
masyarakat. Masyarakat telah mengeluarkan banyak harta demi mendapatkan ilmu ghaib –menurut sangkaan mereka- dan terkadang sang dukun memberitahukan kepada mereka beberapa perkara, sebagiannya (kebetulan-pent) benar dan sebagiannya lagi bohong.

Bahkan sebagian besar adalah
bohong. Sehingga terbaliklah tolok ukur kehidupannya, yaitu banyak orang mengatur hidup mereka berdasarkan saran-saran yang disampaikan oleh sang pendusta yang mengaku mengetahui perkara ghaib.

Allah berfirman kepada NabiNya,
ﻞُﻗ ﻲِﺴْﻔَﻨِﻟ ُﻚِﻠْﻣَﺃَّﻵ ﺎًﻌْﻔَﻧ َﻻَﻭ ﺍًّﺮَﺿ َّﻻِﺇ َﺀﺂَﺷﺎَﻣ ُﻪﻠﻟﺍ
ْﻮَﻟَﻭ ُﺖﻨُﻛ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ ُﻢَﻠْﻋَﺃ ُﺕْﺮَﺜْﻜَﺘْﺳﻻ ِﺮْﻴَﺨْﻟﺍ َﻦِﻣ
َﻲِﻨَّﺴَﻣﺎَﻣَﻭ ُﺀﻮُّﺴﻟﺍ ﺎَﻧَﺃ ْﻥِﺇ َّﻻِﺇ ٌﺮﻳِﺬَﻧ ٍﻡْﻮَﻘِﻟ ٌﺮﻴِﺸَﺑَﻭ
َﻥﻮُﻨِﻣْﺆُﻳ
Katakanlah,"Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat
kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. [Al A’raf : 188].

Senin, 19 Agustus 2013

sholat dhuha

SHALAT DHUHA TIAP HARI

Dari Abu Dzar,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim )

Rabu, 14 Agustus 2013

tata cara puasa SYAWAL dan PENGERTIANE


01. "siapa puasa Ramadhan, lalu dia ikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, seakan-akan dia berpuasa setahun penuh" (HR Muslim)

02. hukum puasa 6 hari di bulan Syawal adalah sunnah | semua ulama bersepakat tentangnya dan tiada perbedaan

03. ada pendapat bahwa qadha Ramadhan (bayar hutang puasa Ramadhan) | sedianya didahulukan sebelum puasa sunnah Syawal

04. karena lafadz "siapa puasa
Ramadhan, lalu dia ikuti.." | mengarahkan kita untuk sempurnakan dulu puasa Ramadhan kita

05. juga kita ketahui hutang puasa yang wajib membuat puasa Ramadhan tidak lengkap | karena itu sempurnakan dulu,baru puasa Syawal

06. juga hadits "karena hutang kepada Allah lebih berhak dilunasi" (HR Bukhari) | sebagai penguat untuk dahulukan ganti puasa Ramadhan

07. juga perkara "ma'lumun minaddini bi adh-dharurah" (perkara yang diketahui umum dalam agama) | bahwa yang wajib didahulukan dari sunnah

08. dan seandainya seseorang meninggal sebelum tunai kewajiban ganti puasa (qadha) | maka itu jadi hutang yang harus dilunasi ahli-waris

09. "siapa meninggal sedangkan ia (masih) dalam kewajiban berpuasa, maka walinya (kerabatnya) berpuasa untuknya" (HR Bukhari Muslim)

10. semua dalil diatas memberikan keterangan yang tunggal | bahwa lebih didahulukan ganti puasa, dari shaum Syawal yang sunnah

11. pertanyaanya | "bulan Syawal kan terbatas, boleh gabung 2 niat? niat shaum Syawal dan shaum pengganti Ramadhan sekaligus?"

12. "tidak boleh melakukan puasa sunnah dengan dua niat sekaligus yaitu dengan niat ganti puasa dan niat puasa sunnah"

13. itu adalah pendapat Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) yang bisa dijadikan rujukan

14. sebagaimana niat shalat shubuh 2 rakaat | tak bisa digabungkan dengan niat shalat sunnah qabliyah shubuh
yang juga 2 rakaat

15. adapun menggabung niat puasa sunnah dan puasa sunnah lain | misal puasa Syawal digabung puasa senin-kamis dan pertengahan bulan,sah

16. "bagaimana Muslimah yang haid saat Ramadhan bisa dapat pahala puasa Syawal?" | ya selesaikan dulu puasa gantinya, baru puasa Syawal

17. puasa ganti Ramadhan kan boleh tiap hari, Muslimah bolong puasa Ramadhan paling 5-7 hari (normal) | bulan Syawal ada 29-30 hari

18. "saya ibu hamil tahun kemarin, tahun ini menyusui, hutang puasa 2 bulan, mustahil dapat pahala Syawal dong?" | hehe.. tenang-tenang

19. bagi yang begitu, puasalah dengan niat ganti puasa Ramadhan,insyaAllah pahala puasa Syawalnya juga dapet, Allah Mahaluas Rahmat-Nya

20. artinya bukan digabung niatnya, tapi niat tunaikan hutang wajib (puasa ganti) | dan berharap moga-moga Allah beri pahala sunnahnya

21. pertanyaan lagi "jika tetep mau dahulukan puasa sunnah Syawal 6 hari bagaimana?" | boleh aja, nggak dosa, hanya saja tidak utama

22. karena yang utama itu berhati-hati, umur tiada yang tahu | selesaikan hutang wajib lebih didahulukan dari amal yang sunnah

23. "lalu bagaimana tata cara puasa ganti dan puasa Syawal?" | boleh dimulai sehari setelah Ied Fitri, 2 Syawal besok sudah bisa dimulai

24. adapun puasa ganti Ramadhan,bagusnya dilakukan segera, tiap hari secara berturut-turut | agar segera tunai hutang yang wajib

25. adapun puasa sunnah 6 hari Syawal | Imam Syafi'i dan Ibnu Mubarak menganjurkan dilakukan setiap hari secara berurutan

26. sedang Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Waki berpendapat | boleh saja puasa 6 hari Syawal berurutan,boleh juga terpisah-pisah

27. logikanya, bila shaum sunnah Syawal semangat, harus lebih semangat lagi bayar hutang yang wajib dong | wajib dulu, baru sunnah

28. kesimpulannya, boleh jika mau dahulukan puasa sunnah Syawal 6 hari | namun lebih utama sempurnakan dulu ganti puasa Ramadhan

29. jangan pula menganggap setiap bolong puasa Ramadhan bisa diganti dengan fidyah | nggak semua bolong puasa bisa diganti dengan fidyah

Ustadz Felix Siauw

Minggu, 04 Agustus 2013

keutamaan sholawat nabi

Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW

Anda Akan meneteskan air mata mendengar berita ini.Terutama permohonan Malaikat Isrofil kepada Allah SWT.

Rasulullah S.A.W telah bersabda
bahwa : “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku"

Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barangsiapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail : “Mereka
yangberselawat ke atas kamu akan akuberi mereka itu minum dari telagamu.”

Berkata pula Isrofil : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T. danaku TIDAK AKAN mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T. mengampuni orang itu (yang bershalawat).”

Malaikat Izrail pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat keatasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembut nya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Apakah kita tidak cinta kepada
Rasulullah S.A.W.?
.
Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk
orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini,kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan
kita Nabi Muhammad S.A.W.Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Bacaan Sholawat Nabi sangat
beragam, ini adalah satu dari
beragam itu.

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rosuul salam alaika Ya Habiib salam alaika Sholawatulloh alaika.

Dalam Al Qur'an Allah swt. berfirman:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat- malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (Al-Qur'an S. Al-Ahzab ayat 56)

Nabi Muhammad saw. bersabda:"Bersh alawatlahkamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakatpenghening jiwa pembersih dosa bagimu". (Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih).

Dari Abu Hurairah ra. diberitakan

Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai
persidangan hari raya.Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana sajakamu berada". (HR. An-Nasai,Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi)

Subhanallah....

Allahumma Sholli Ala Sayyidina
Muhammad.

Rabu, 31 Juli 2013

MANFAAD BERWUDHU

APA MANFAATNYA KITA SELALU BERWUDHU ?

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ...

WUDHU ADALAH

1. PENGHAPUS DOSA ...
Jika seorang hamba Muslim atau
Mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya, akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan keluarnya air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh tangannya, akan keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannya itu bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh kedua kakinya,akan keluar setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir, sehingga dia akan keluar dalam keadaan benar-benar bersih dari dosa. (Diriwayatkan oleh Muslim, no. 224).

2. TANDA DI AKHIRAT ...
Sesungguhnya telagaku itu lebih
panjang dari jarak antara Aylah
(sebuah kota di teluk Aqobah,
Yordania) dan Adan (kota Yaman). Sungguh telagaku itu lebih putih dari salju, lebih manis dari madu dicampur susu, serta bejana-bejanany a lebih banyak dari bintang-bintang . Aku sungguh akan menjaganya dari orang lain (selain umatku),sebagaimana seseorang menjaga telaganya dari unta orang lain. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah pada hari itu Anda mengenali kami? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:Ya. Kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari umat lain. Kalian datang kepadaku dengan wajah,tangan dan kaki bercahaya putih karena wudhu. (Hadits shohih.Diriwayatkan oleh Muslim, no. 364)

3. SEPARUH IMAN ...
Bersuci (wudhu) adalah separuh dari iman. (Ucapan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (ucapan) subhanallaah walhamdulillaah keduanya memenuhiw(ruang) antara langit dan bumi.Shalat itu cahaya, shadaqah itu adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an itu hujjah (pembela) bagimu atau hujatan atasmu. Setiap orang pergi untuk menjual dirinya, lalu ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 223)

4. JALAN MENUJU SYURGA ...
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan pahalanya sejak engkau memeluk Islam! Sesungguhnya aku mendengarkan bunyi kedua sandalmu di depanku di dalam surga. Bilal menjawab, Aku tidaklah mengerjakan suatu amal yang paling aku harapkan pahalanya, selain dari pada setiap kali bersuci,baik di waktu malam atau siang, aku selalu mengerjakan sholat semampu saya. (Hadits shohih.Diriwayatkan oleh al- Bukhori, no. 1149 dan Muslim, no.6274).

5. PEMBUKA IKATAN SYETAN ...
Setan membuat ikatan pada tengkuk seseorang diantara kalian apabila tidur, yakni sebanyak tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia berkata,Tetapla h kamu tidur, malam masih panjang! Jika ia bangun lalu mengingat Allah Ta’ala, maka lepas lah satu ikatan. Jika ia berwudhu’, terlepaslah satu ikatan yang lain. Jika ia sholat,terlepas pula satu ikatan. Maka ia akan memasuki waktu Shubuh dalam keadaan semangat dan berjiwa bersih.Jika tidak demikian, maka di pagi harinya dia akan berjiwa kotor dan malas. (Hadits shohih, Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 1091 dan Muslim,no. 776)

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya .

FADHILAH KHATAM QURAN DIBULAN RAMADHAN

FADHILAH KHATAM QURAN DIBULAN RAMADHAN

Setiap muslim pasti sering mendengar bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Quran. Karena memang sangat banyak sekali dalil yang menunjukkan hal ini.

Allah Ta’ala berfirman,
َﻥﺎَﻀَﻣَﺭ ُﺮْﻬَﺷ َﻝِﺰﻧُﺃ ﻱِﺬَّﻟﺍ ِﻪﻴِﻓ
ﻯًﺪُﻫ ُﻥﺍَﺀْﺮُﻘْﻟﺍ ِﺱﺎَّﻨﻠِّﻟ ٍﺕﺎَﻨِّﻴَﺑَﻭ َﻦِﻣ
ﻯَﺪُﻬْﻟﺍ ِﻥﺎَﻗْﺮُﻔْﻟﺍَﻭ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penj elasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

Sedangkan keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak dijelaskan,salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,

ْﻦَﻣ ﺎًﻓْﺮَﺣ َﺃَﺮَﻗ ْﻦِﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺏﺎَﺘِﻛ ُﻪَﻠَﻓ
ٌﺔَﻨَﺴَﺣ ِﻪِﺑ ُﺔَﻨَﺴَﺤْﻟﺍَﻭ ِﺮْﺸَﻌِﺑ ﺎَﻬِﻟﺎَﺜْﻣَﺃ
ُﻝﻮُﻗَﺃ َﻻ ﻢﻟﺍ ٌﻑْﺮﺣ ٌﻒِﻟَﺃ ْﻦِﻜَﻟَﻭ ٌﻑْﺮَﺣ
ٌﻡَﻻَﻭ ٌﻢﻴِﻣَﻭ ٌﻑْﺮَﺣ ٌﻑْﺮَﺣ
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Hal Ini dicontohkan langsung oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

ﻥﺃ ﻥﺎﻛ ﻞﻳﺮﺒﺟ ُﺽﺮْﻌﻳ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ
ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َّﻞُﻛ
ًﺓَّﺮَﻣ ٍﻡﺎَﻋ َﺽﺮﻌَﻓ ، ِﻦْﻴَﺗَّﺮَﻣ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﻲِﻓ
ِﻡﺎَﻌْﻟﺍ َﺾِﺒُﻗ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﻪﻴﻓ
“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan).

Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya) ” ( HR. Bukhari no.4614)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

ﻥﺎﻛ ﻱﺃ ﻊﻴﻤﺟ ﻪﺳﺭﺍﺪﻳ ﺎﻣ ﻝﺰﻧ ﻦﻣ
ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ
“yaitu mempelajari (mudarasah) semua ayat Al-Quran yang turun” ( Al-Jami’ fi Gharib Hadits, 4/64).

Praktek shalat tawarih dengan target mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan adalah perbuatan yang sangat baik. Satu malam shalat tarawih yang di baca satu juz. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

ﻦﻜﻤﻳﻭ ﻥﺃ ﻢﻬﻔﻳ ﻦﻣ ﻚﻟﺫ ﺓﺀﺍﺮﻗ ﻥﺃ
ﺔﻠﻣﺎﻛ ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﻡﺎﻣﻹﺍ ﻦﻣ ﻰﻠﻋ
ﺔﻋﺎﻤﺠﻟﺍ ﻲﻓ ﻉﻮﻧ ﻥﺎﻀﻣﺭ ﻦﻣ ﻩﺬﻫ
،ﺔﺳﺭﺍﺪﻤﻟﺍ ﻥﻷ ﻲﻓ ﺓﺩﺎﻓﺇ ﺍﺬﻫ
ﻢﻬﻟ ﻦﻋ ﻊﻴﻤﺟ ﺍﺬﻬﻟﻭ ،ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ
ﻥﺎﻛ ﺪﻤﺣﺃ ﻡﺎﻣﻹﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻤﺣﺭ ﺐﺤﻳ
ﻦﻤﻣ ﻢﻬﻣﺆﻳ ﻢﺘﺨﻳ ﻥﺃ ﻢﻬﺑ
،ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﺍﺬﻫﻭ ﺲﻨﺟ ﻦﻣ ﻞﻤﻋ
ﻒﻠﺴﻟﺍ ﺔﺒﺤﻣ ﻲﻓ ﻉﺎﻤﺳ ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ
ﻦﻜﻟﻭ ،ﻪﻠﻛ ﺲﻴﻟ ﺎﺒﺟﻮﻣ ﺍﺬﻫ ﻥﻷ
ﻞﺠﻌﻳ ﻰﻧﺄﺘﻳ ﻻﻭ ﻲﻓ ،ﻪﺗﺀﺍﺮﻗ ﻻﻭ
ﻯﺮﺤﺘﻳ ،ﺔﻨﻴﻧﺄﻤﻄﻟﺍﻭ ﻉﻮﺸﺨﻟﺍ ﻞﺑ
ﻱﺮﺤﺗ ﻩﺬﻫ ﻰﻟﻭﺃ ﺭﻮﻣﻷﺍ ﻦﻣ
ﺓﺎﻋﺍﺮﻣ ﺔﻤﺘﺨﻟﺍ
“dipahami dari (hadits) tersebut,bahwa Imam membaca Al-Quran seluruhnya (sampai khatam) bersama jamaah pada Bulan Ramadhan termasuk dalam mudarasah ini (yaitu mudarasah Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam bersama malaikat Jibril alaihissalam). Oleh karena itu Imam Ahmad rahimahullah suka terhadap Imam yang mengkhatamkan Al-Quran. Ini merupakan amal para salaf yaitu mendengarkan Al-Quran seluruhnya.Akan tetapi hal ini bukan kewajiban,agar supaya bersegera dan tidak membaca secara perlahan-lahan. Ia tidak mencari kekhusyu’an dan tuma’ninah. Bahkan mencari hal ini (khusyu’ dan tuma’ninah) lebih utama daripada perhatian terhadap mengkhatamkan” (Majmu’ Fatawa bin Baz 15/324, Asy Syamilah)

Yaa Allah limpahkan rahmat-Mu terimalah amal tadarus kami dan jamaah sekalian, tutupilah kekurangan dan kekhilafan kami bila sekirannya ada bacaan atau pun ada yang belum khattam, berilah kami kemampuan memperbaiki urusan kami, karena hanya Engkaulah Yaa Allah, Robb yang maha terpuji dan memiliki kesempurnaan. Sampaikanlah kami kedalam malam lailatul Qadr dengan segala kerendahan hati, kami memohon ptertolongan-Mu , Aamiin..

Senin, 29 Juli 2013

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHOLAT

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHALAT

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid.

Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya.

Rasulullah bersabda,
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. " (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah radhiallahu 'anhu)
At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya ..

Jabir ra meriwayatkan,

Rasulullah bersabda, "(Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim, Abu Daud, At- Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir,

Allah berfirman,
"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. "( QS. Al-Furqaan: 23).

Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan.
Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya.
Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras.

Allah berfirman, "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu)orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Al-Maa'un: 4-5).

Maksudnya,mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau Nabi SAW tidak mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang menuntunnya ke masjid,bagaimana pula halnya dengan orang yang pandangannya tajam dan sehat yang tidak memiliki udzur.?

Berpuasa tetapi dengan meninggalkan shalat atau tidak berjamaah merupakan pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Tuhannya. Jika tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (shalat)?

Padahal kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.

Catatan Penting dari admin..

Setiap muslim wajib berpuasa karena iman dan mengharap pahala Allah,tidak karena riya' (agar dilihat orang), sum'ah (agar didengar orang),ikut-ikutan orang, toleransi kepada keluarga atau masyarakat tempat ia tinggal. Jadi, yang memotivasi dan mendorongnya berpuasa hendaklah karena imannya bahwa Allah mewajibkan puasa tersebut atasnya,serta karena mengharapkan pahala di sisi Allah dengan puasanya. Demikian pula halnya dengan Qiyam Ramadhan (shaiat malam/ tarawih), ia wajib menjalankannya karena iman dan mengharap pahala Allah, tidak karena sebab lain.

Karena itu Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan barangsiapa melakukan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah,niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'Alaih).

BERPRANGKA BAIK

BERPRASANGKA BAIK,AHLAK BAGI ORANG-ORANG YANG BERAKAL

Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perka taannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya,bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan- perkataannya.Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam. Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya. Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap agamanya”.

Allah Azza wa Jalla berfirman.
ﺎَﻬُّﻳَﺃ ﺎَﻳ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﺒِﻨَﺘْﺟﺍ
ﺍًﺮﻴِﺜَﻛ َﻦِّﻣ ِّﻦَّﻈﻟﺍ َّﻥِﺇ ِّﻦَّﻈﻟﺍ َﺾْﻌَﺑ ٌﻢْﺛِﺇ
ﺎَﻟَﻭ ﺍﻮُﺴَّﺴَﺠَﺗ ﺎَﻟَﻭ ﻢُﻜُﻀْﻌَّﺑ ﺐَﺘْﻐَﻳ
ﺎًﻀْﻌَﺑ ُّﺐِﺤُﻳَﺃ ۚ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ َﻞُﻛْﺄَﻳ ﻥَﺃ َﻢْﺤَﻟ
ِﻪﻴِﺧَﺃ ﺎًﺘْﻴَﻣ ُﻩﻮُﻤُﺘْﻫِﺮَﻜَﻓ ۚ ﺍﻮُﻘَّﺗﺍَﻭ
ۚ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ َﻪَّﻠﻟﺍ ٌﻢﻴِﺣَّﺭ ٌﺏﺍَّﻮَﺗ
Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan berprasangka,karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?
Tentu kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]

Allah juga berfirman.
ْﺪَﻘَﻟَﻭ ﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ ُﻢَﻠْﻌَﻧَﻭ َﻥﺎَﺴﻧِﺈْﻟﺍ ﺎَﻣ
ُﺱِﻮْﺳَﻮُﺗ ِﻪِﺑ ۖ ُﻪُﺴْﻔَﻧ ُﻦْﺤَﻧَﻭ ِﻪْﻴَﻟِﺇ ُﺏَﺮْﻗَﺃ
ِﻞْﺒَﺣ ْﻦِﻣ ِﺪﻳِﺭَﻮْﻟﺍ ﻰَّﻘَﻠَﺘَﻳ ْﺫِﺇ
ﺎَﻴِّﻘَﻠَﺘُﻤْﻟﺍ ِﻥ ِﻦَﻋ ِﻦﻴِﻤَﻴْﻟﺍ ِﻦَﻋَﻭ
ِﻝﺎَﻤِّﺸﻟﺍ ٌﺪﻴِﻌَﻗ ُﻆِﻔْﻠَﻳ ﺎَّﻣ ﻦِﻣ ٍﻝْﻮَﻗ
ﺎَّﻟِﺇ ِﻪْﻳَﺪَﻟ ٌﺪﻴِﺘَﻋ ٌﺐﻴِﻗَﺭ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]

Begitu juga firman Allah Ta’ala.
َﻥﻭُﺫْﺆُﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ
ﺕﺎَﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍَﻭ ِ ِﺮْﻴَﻐِﺑ ﺎَﻣ ﺍﻮُﺒَﺴَﺘْﻛﺍ
ِﺪَﻘَﻓ ﺍﻮُﻠَﻤَﺘْﺣﺍ ﺎًﻤْﺛِﺇَﻭ ﺎًﻧﺎَﺘْﻬُﺑ
ﺎًﻨﻴِﺒُّﻣ

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]

Dala kitab Shahih Muslim hadits no.2589 disebutkan.
ْﻦَﻋ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ ﻲِﺑَﺃ َّﻥَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻝﻮُﺳَﺭ ﻰَّﻠَﺻ
ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳ َﻭ َﻝﺎَﻗ : َﻥﻭُﺭْﺪَﺗَﺃ
ﺎَﻣ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ُﺔَﺒﻴِﻐْﻟﺍ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪُﻟﻮُﺳَﺭَﻭ
ُﻢَﻠْﻋَﺃ َﻝﺎَﻗ َﻙُﺮْﻛِﺫ : َﻙﺄَﺧَﺃ ُﻩَﺮْﻜَﻳ ﺎَﻤِﺑ
َﻞﻴِﻗ َﺖْﻳَﺍَﺮَﻓَﺍ َﻥﺎَﻛ ْﻥِﺇ ﻲِﻓ ﻲِﺧَﺃ ﺎَﻣ
ُﻝﻮُﻗَﺃ َﻝﺎَﻗ َّﻥِﺇ َﻥﺎَﻛ ِﻪْﻴِﻓ ُﻝﻮُﻘَﺗ ﺎَﻣ
َﺖْﺒَﺘْﻏﺍِﺪَﻘَﻓ ُﻩ ْﻥِﺇَﻭ ْﻦُﻜَﻳ ْﻢَﻟ ِﻪْﻴِﻓ
ُﻪَﺘَﻬَﺑ ْﺪَﻘَﻓ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat,

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”

Para sahabat menjawab,

Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “

Beliau berkata,

“Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka”

Ada yang menyahut,

“Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?”

Beliau menjawab

"Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya,sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya,berarti kamu telah berdusta atas dirinya”

Allah Azza wa Jalla berfirman.
ﺎَﻟَﻭ ُﻒْﻘَﺗ ﺎَﻣ َﺲْﻴَﻟ َﻚَﻟ ِﻪِﺑ ۚ ٌﻢْﻠِﻋ َّﻥِﺇ
َﻊْﻤَّﺴﻟﺍ َﺮَﺼَﺒْﻟﺍَﻭ َﺩﺍَﺆُﻔْﻟﺍَﻭ ُّﻞُﻛ
َﻚِﺌَٰﻟﻭُﺃ َﻥﺎَﻛ ُﻪْﻨَﻋ ﺎًﻟﻮُﺌْﺴَﻣ
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawa ban” [Al-Israa : 36]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
َّﻥِﺇ ﻰَﺿْﺮَﻳ َﻪَّﻠﻟﺍ ﻢُﻜَﻟ ُﻩَﺮْﻜَﻳَﻭ ﺎًﺛَﻼَﺛ
ْﻢُﻜَﻟ ﻰَﺿﺮَﻴَﻓ ﺎًﺛَﻼَﺛ ْﻢُﻜَﻟ ْﻥَﺃ ُﻩﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ
َﻻَﻭ ﺍﻮُﻛِﺮْﺸُﺗ ﺎًﺌْﻴَﺳ ِﻪِﺑ ْﻥَﺃَﻭ
ِﻞْﺒَﺤِﺑ ﺍﻮُﻤِﺼَﺘﻌَﺗ ﺎًﻌﻴِﻤَﺟ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻻَﻭ
َّﺮَﻔَﺗ ُﻩَﺮْﻜَﻳَﻭﺍﻮُﻗ ْﻢُﻜَﻟ َﻝﺎَﻗَﻭ َﻞْﻴِﻗ
َﺓَﺮْﺸَﻛَﻭ ِﻝﺍَﺆُّﺴﻟﺍ ِﻝﺎَﻤْﻟﺍ ِﺔَﻋﺎَﺿِﺇَﻭ
“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukan nya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah).."

CARILAH MALAM LAILATUL QODAR

PENGHUJUNG RAMADHAN 10 HARI TERAKHIR

Allah Subhannahu wa Ta'ala merahasiakan kapan terjadinya lailatul qadr kepada hamba hamba-Nya tidak lain adalah sebagai rahmat bagi mereka agar mereka banyak-banyak mengerjakan amal kebaikan dalam rangka mencari malam itu. Yaitu dengan banyak melakukan shalat, dzikir, do'a dan lain-lain sehingga terus bertambah kedekatannya kepada Allah , dan bertambah pula pahala mereka. Allah juga merahasiakan itu sebagai ujian agar diketahui siapakah yang sungguh-sungguh di dalam mencarinya dan siapa yang bermalas-malasan dan meremehkannya. Karena orang yang berkeinginan mendapatkan sesuatu maka dia pasti akan bersungguh-sungguh untuk memperolehya, tanpa mempedulikan rasa letih dalam rangka menempuh jalan untuk mencapainya.

Lailatul Qadr tidak terjadi pada
malam tertentu secara khusus dalam setiap tahunnya, namun berubah- ubah atau berpindah-pindah.

Mungkin pada suatu tahun terjadi pada malam dua puluh tujuh dan pada tahun yang lain terjadi pada malam dua puluh lima, dan demikian seterusnya sesuai dengan kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala dan hikmah-Nya. Ini ditunjukkan dalam sebuah sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, "Carilah ia pada sembilan terakhir, atau tujuh terakhir, atau lima terakhir." (HR. al-Bukhari).

Lailatul Qadr ada pada sepuluh akhir Ramadhan, berdasarkan sabda Nabi saw, "Carilah Lailatul Qadr di sepuluh malam akhir pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhari Muslim)

Dan kemungkinan terjadi pada malam-malam yang ganjil lebih besar daripada malam-malam yang genap,berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,
"Carilah lailatul qadr itu pada malam yang ganjil pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan." (HR. al-Bukhari)

Dan lebih mendekati lagi adalah pada tujuh malam terakhir berdasarkan hadits dari Ibnu Umarz bahwa beberapa orang shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi melihat Lailatul Qadr terjadi pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan.

Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Aku melihat bahwa mimpi kalian adalah benar pada tujuh malam terkahir. Maka barang siapa mencarinya maka hendaknya dia mencari pada tujuh malam terakhir." (Muttafaq alaih).

Dan dalam riwayat Muslim Nabi bersabda,"Carilah ia pada sepuluh malam terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lelah atau lemah maka jangan sampai terlewatkan pada tujuh malam yang tersisa."

Dan di antara tujuh malam terakhir yang paling mendekati adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Ini berdasarkan hadits Ubay bin Ka'ab dia berkata, " Demi Allah sungguh aku mengetahui mana malam yang pada malam itu kita semua diperintahkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam untuk melakukan shalat malam, yaitu malam dua puluh tujuh." (HR Muslim).

Semoga Allah SWT sehatkan kita dan para jamaah semuanya, sehingga mudah untuk meraih semua kemuliaan malam lailatul Qadr, sebuah kesempatan tahunan dibulan yg mulia ini, semoga Allah SWT mengijabah doa kita, menerima amal ibadah dan memaafkan segala kekurangan pada kita sebagai hamba-Nya yg lemah, dan semoga diampuni dosa dan kesalahan kita yang telah lalu.

Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.