Tampilkan postingan dengan label shahih muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shahih muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2013

AGAR DOA MUSTAJAB

Doa pada artikel sebelumnya mengandung persoalan-persoalan pokok dalam akidah Islam di antaranya:

1. Rasa gundah dan sedih yang menimpa seseorang akan menjadi kafarah (penghapus dari dosanya) berdasarkan hadits Mu'awiyah radliyallah 'anhu,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sabda,

ﺎَﻣ ْﻦِﻣ َﻦِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ ُﺐﻴِﺼُﻳ ٍﺀْﻲَﺷ ﻲِﻓ ِﻩِﺪَﺴَﺟ ﺎَّﻟِﺇ ِﻪﻳِﺫْﺆُﻳ
ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺮَّﻔَﻛ ُﻪْﻨَﻋ ِﻪِﺑ ْﻦِﻣ ِﻪِﺗﺎَﺌِّﻴَﺳ

"Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada tubuhnya sehingga membuatnya sakit kecuali Allah akan menghapuskan dosa- dosanya. " (HR. Ahmad 4/98, Al-Hakim 1/347 dan beliau menyatakan shahih sesuai syarat Syaikhain. Imam al- Dzahabi menyepakatinya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al- Shahihah 5/344, no. 2274)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma , dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , beliau bersabda:
ﺎَﻣ َﻢﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ُﺐﻴِﺼُﻳ ٍﺐَﺼَﻧ ْﻦِﻣ ٍﺐَﺻَﻭ َﻻَﻭ َﻻَﻭ َﻻَﻭ ٍّﻢَﻫ
َﻻَﻭ ٍﻥْﺰُﺣ ﻯًﺫَﺃ ٍّﻢَﻏ َﻻَﻭ ﻰَّﺘَﺣ ِﺔَﻛْﻮَّﺸﻟﺍ ﺎَﻬُﻛﺎَﺸُﻳ َّﻻِﺇ َﺮَّﻔَﻛ
ُﻪﻠﻟﺍ ﺎَﻬِﺑ ُﻩﺎَﻳﺎَﻄَﺧ ْﻦِﻣ
"Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan,gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya. ” (Muttafaqun alaih)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin
(1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti.

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu.Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala . Sehingga, bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu:

a. Dia mengingat pahala dan mengharapkannya, maka dia akan mendapatkan dua balasan, yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah).

b. Dia lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala ), maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala. Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau larut dalam kesedihan karena kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, tak akan akan
berlalu tanpa arti. Dengannya Allah akan memberi pahala dan menghapuskan dosamu. . .

Dari penjelasan ini, ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah:

beruntung dengan mendapatkan
penghapus dosa dan tambahan kebaikan, atau merugi, tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.”

2. Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya,seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu. Hal ini ditunjukkan lafadz, Inni 'Abduka Wabnu 'Abdika Wabnu Amatik (Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu,anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu).

Kedudukan ubudiyah merupakan
tingkatan iman tertinggi.Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki
sekutu.

3. Semua urusan hamba berada di tangan Allah yang diarahkan sekehandak-Nya. Dan masyi'ah
(kehendak) hamba mengikuti kehendak Allah. hal ini ditunjukkan oleh lafadz, Naashiyatii biyadik (Ubun-ubunku berada di tangan-Mu).

4. Allah yang berhak mengadili dan
memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam perselisihan di antara mereka. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz,'Adlun fiyya qadla-uka (Ketetapan-Mu adil atas diriku).

Allah Ta'ala berfirman,
ِﻥِﺇ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎَّﻟِﺇ ُﻢْﻜُﺤْﻟﺍ ﺎَّﻟَﺃ َﺮَﻣَﺃ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﺎَّﻟِﺇ َﻚِﻟَﺫ ُﻦﻳِّﺪﻟﺍ
ُﻢِّﻴَﻘْﻟﺍ
"Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, . . " (QS. Yuusuf: 40)

5. Ketetapan takdir-Nya adil dan baik bagi seorang muslim. Jika dia mendapat kebaikan, bersyukur, dan itu baik baginya. Sebaliknya, bila tertimpa keburukan (musibah atau bencana) dia bersabar, dan itupun baik baginya. Semua perkara orang mukmin itu baik,
dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. (HR. Muslim)

6. Anjuran untuk bertawassul dengan Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang Mahaindah) dan sifat-sifatnya yang Maha tinggi. Allah perintahkan sendiri bertawassul dengannya dalam firman-Nya,
ِﻪَّﻠِﻟَﻭ ﻰَﻨْﺴُﺤْﻟﺍ ُﺀﺎَﻤْﺳَﺄْﻟﺍ ﺎَﻬِﺑ ُﻩﻮُﻋْﺩﺎَﻓ
"Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu . ." (QS. Al- A'raaf: 180)

7. Nama-nama Allah dan sifat-sifatnya adalah tauqifiyyah yang tidak diketahui kecuali melalui wahyu. Allah sendiri yang menamakan diri-Nya dengan nama-nama tersebut dan mengajarkannya kepada para hamba- Nya.

8. Nama-nama Allah tidak terbatas pada 99 nama. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka (atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu).
Sedangkan hadits yang menerangkan jumlah nama Allah ada 99,
َّﻥﺇ ًﺔَﻌْﺴِﺗ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎًﻤْﺳﺍ َﻦﻴِﻌْﺴِﺗَﻭ ًﺔَﺋﺎِﻣ ﺍًﺪِﺣﺍَﻭ ﺎَّﻟِﺇ ْﻦَﻣ
ﺎَﻫﺎَﺼْﺣَﺃ َﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻞَﺧَﺩ
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya pasti masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut imam al- Khathabi dan lainnya, maknanya adalah seperti orang yang mengatakan "Saya memiliki 1000 dirham yang kusiapkan untuk sedekah," yang bukan berarti uangnya hanya 1000 dirham itu saja.
(Majmu' Fatawa: 5/217)

9. Al-Qur'an memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus. Keberadaannya laksana musim semi bagi hati orang mukmin, memberi kenyamanan pada hatinya, menjadi cahaya bagi dadanya, sebagai pelipur kesedihannya, dan penghilang bagi kesusahannya. Hal ini menunju

Jumat, 16 Agustus 2013

jagalah sholat jamaahmu

Pengaruh menjaga shalat berjama'ah terhadap do'a yg kita panjatkan Arsyad bin Ja'far berkata :

ﺎﻣ ﻲﻤﻋ ﺖﻳﺃﺭ ﺮﺸﺑ ﻦﺑ ﻪﺘﺗﺎﻓ ﺭﻮﺼﻨﻣ ﺓﺮﻴﺒﻜﺘﻟﺍ
ﻲﻟﻭﻷﺍ ﻭ ﻪﺘﻳﺃﺭ ﻻ ﻡﺎﻗ ﻲﻓ ﺎﻧﺪﺠﺴﻣ ﻞﺋﺎﺳ ﻂﻗ ﻻﺇ
ﻩﺎﻄﻋﺃ

"Aku belum pernah melihat pamanku Basyar bin Manshur ketinggalan takbir pertama.. dan aku pun belum pernah melihat dia shalat di masjid utk memohon sesuatu kecuali ALLAH mengabulkannya.."

(dikutip dari Shifatush-Shafwah jilid 3 hal 376)

Minggu, 04 Agustus 2013

keutamaan sholawat nabi

Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW

Anda Akan meneteskan air mata mendengar berita ini.Terutama permohonan Malaikat Isrofil kepada Allah SWT.

Rasulullah S.A.W telah bersabda
bahwa : “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku"

Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barangsiapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail : “Mereka
yangberselawat ke atas kamu akan akuberi mereka itu minum dari telagamu.”

Berkata pula Isrofil : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T. danaku TIDAK AKAN mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T. mengampuni orang itu (yang bershalawat).”

Malaikat Izrail pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat keatasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembut nya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Apakah kita tidak cinta kepada
Rasulullah S.A.W.?
.
Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk
orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini,kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan
kita Nabi Muhammad S.A.W.Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Bacaan Sholawat Nabi sangat
beragam, ini adalah satu dari
beragam itu.

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rosuul salam alaika Ya Habiib salam alaika Sholawatulloh alaika.

Dalam Al Qur'an Allah swt. berfirman:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat- malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (Al-Qur'an S. Al-Ahzab ayat 56)

Nabi Muhammad saw. bersabda:"Bersh alawatlahkamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakatpenghening jiwa pembersih dosa bagimu". (Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih).

Dari Abu Hurairah ra. diberitakan

Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai
persidangan hari raya.Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana sajakamu berada". (HR. An-Nasai,Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi)

Subhanallah....

Allahumma Sholli Ala Sayyidina
Muhammad.

Rabu, 31 Juli 2013

MANFAAD BERWUDHU

APA MANFAATNYA KITA SELALU BERWUDHU ?

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ...

WUDHU ADALAH

1. PENGHAPUS DOSA ...
Jika seorang hamba Muslim atau
Mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya, akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan keluarnya air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh tangannya, akan keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannya itu bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh kedua kakinya,akan keluar setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir, sehingga dia akan keluar dalam keadaan benar-benar bersih dari dosa. (Diriwayatkan oleh Muslim, no. 224).

2. TANDA DI AKHIRAT ...
Sesungguhnya telagaku itu lebih
panjang dari jarak antara Aylah
(sebuah kota di teluk Aqobah,
Yordania) dan Adan (kota Yaman). Sungguh telagaku itu lebih putih dari salju, lebih manis dari madu dicampur susu, serta bejana-bejanany a lebih banyak dari bintang-bintang . Aku sungguh akan menjaganya dari orang lain (selain umatku),sebagaimana seseorang menjaga telaganya dari unta orang lain. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah pada hari itu Anda mengenali kami? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:Ya. Kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari umat lain. Kalian datang kepadaku dengan wajah,tangan dan kaki bercahaya putih karena wudhu. (Hadits shohih.Diriwayatkan oleh Muslim, no. 364)

3. SEPARUH IMAN ...
Bersuci (wudhu) adalah separuh dari iman. (Ucapan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (ucapan) subhanallaah walhamdulillaah keduanya memenuhiw(ruang) antara langit dan bumi.Shalat itu cahaya, shadaqah itu adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an itu hujjah (pembela) bagimu atau hujatan atasmu. Setiap orang pergi untuk menjual dirinya, lalu ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 223)

4. JALAN MENUJU SYURGA ...
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan pahalanya sejak engkau memeluk Islam! Sesungguhnya aku mendengarkan bunyi kedua sandalmu di depanku di dalam surga. Bilal menjawab, Aku tidaklah mengerjakan suatu amal yang paling aku harapkan pahalanya, selain dari pada setiap kali bersuci,baik di waktu malam atau siang, aku selalu mengerjakan sholat semampu saya. (Hadits shohih.Diriwayatkan oleh al- Bukhori, no. 1149 dan Muslim, no.6274).

5. PEMBUKA IKATAN SYETAN ...
Setan membuat ikatan pada tengkuk seseorang diantara kalian apabila tidur, yakni sebanyak tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia berkata,Tetapla h kamu tidur, malam masih panjang! Jika ia bangun lalu mengingat Allah Ta’ala, maka lepas lah satu ikatan. Jika ia berwudhu’, terlepaslah satu ikatan yang lain. Jika ia sholat,terlepas pula satu ikatan. Maka ia akan memasuki waktu Shubuh dalam keadaan semangat dan berjiwa bersih.Jika tidak demikian, maka di pagi harinya dia akan berjiwa kotor dan malas. (Hadits shohih, Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 1091 dan Muslim,no. 776)

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya .

Senin, 29 Juli 2013

SUNAH ROSULULLAH SAW

"20 SUNNAH RASUL YANG SERING KITA ABAIKAN"

1. Mendahulukan kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya.

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu' walaupun tidak sedang mengerjakan sholat.

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak).

4. Shalat Istikharah

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu'

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan.

7. Mendahulukan Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan dan yang manis. Dianjurkan kalau ada dengan makan buah kurma.

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana atau musibah.

9. Tidak suka Begadang Dan Segera Tidur setelah Selesai Shalat Isya'

10. Mengikuti Bacaan Muadzin (adzan)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan,Bersegera Menunaikan Shalat,Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu (dengan ucapan Assalamu'alaikum)

13. Mengibaskan Seprei Saat Hendak Tidur (dengan maksud agar tempat tidur kita tidak kotor)

14. Meruqyah Diri Dan Keluarga

15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

16. Mengucapkan Salam Kepada
Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil (jika berpapasan atau bertemu)

17. Berwudhu' Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

18. Membaca ‘Aamiin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

19. Membaca dzikir Setelah Shalat

20. Membuat Pembatas (ada tenggang waktu) Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Ya Allah..
Jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya.
Kumpulkanlah kami beserta kedua orang tua kami bersama Rasulullah di surga.

Aamiin

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHOLAT

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHALAT

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid.

Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya.

Rasulullah bersabda,
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. " (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah radhiallahu 'anhu)
At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya ..

Jabir ra meriwayatkan,

Rasulullah bersabda, "(Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim, Abu Daud, At- Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir,

Allah berfirman,
"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. "( QS. Al-Furqaan: 23).

Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan.
Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya.
Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras.

Allah berfirman, "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu)orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Al-Maa'un: 4-5).

Maksudnya,mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau Nabi SAW tidak mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang menuntunnya ke masjid,bagaimana pula halnya dengan orang yang pandangannya tajam dan sehat yang tidak memiliki udzur.?

Berpuasa tetapi dengan meninggalkan shalat atau tidak berjamaah merupakan pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Tuhannya. Jika tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (shalat)?

Padahal kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.

Catatan Penting dari admin..

Setiap muslim wajib berpuasa karena iman dan mengharap pahala Allah,tidak karena riya' (agar dilihat orang), sum'ah (agar didengar orang),ikut-ikutan orang, toleransi kepada keluarga atau masyarakat tempat ia tinggal. Jadi, yang memotivasi dan mendorongnya berpuasa hendaklah karena imannya bahwa Allah mewajibkan puasa tersebut atasnya,serta karena mengharapkan pahala di sisi Allah dengan puasanya. Demikian pula halnya dengan Qiyam Ramadhan (shaiat malam/ tarawih), ia wajib menjalankannya karena iman dan mengharap pahala Allah, tidak karena sebab lain.

Karena itu Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan barangsiapa melakukan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah,niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'Alaih).

Selasa, 23 Juli 2013

JAGALAH AURATMU WAHAI PARA WANITA

( TABARRUJ / BUKA AURAT )DAN WANITA YG PALING DEKAT DENGAN ALLAH SWT YAITU DIRUMAHNYA

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat,maka jika dia keluar (rumah) Syaithanakan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki),dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah Azza wa Jalla) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. [ HR Ibnu Khuzaimah (no. 1685),

Ibnu Hibban (no. 5599) dan at-Thabrani dalam “al-Mu'jamul ausath” (no. 2890), dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, al-Mundziri ] Tabarruj adalah sunnah dari Iblis.

Karena dia berusaha keras untuk membuka aurat dan menyingkap hijab mereka, maka tabarruj merupakan target utama (tipu daya) Iblis. Allah Jalaa Jalaaluh berfirman:
ﺎَﻳ ﻲِﻨَﺑ َﻡَﺩﺁ ﻻ ُﻢُﻜَّﻨَﻨِﺘْﻔَﻳ ُﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ
َﺝَﺮْﺧَﺃ ﺎَﻤَﻛ ْﻢُﻜْﻳَﻮَﺑَﺃ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻦِﻣ
ُﻉﺰﻨَﻳ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ ﺎَﻤُﻬَﺳﺎَﺒِﻟ ﺎَﻤُﻬَﻳِﺮُﻴِﻟ
ﺎَﻤِﻬِﺗﺁْﻮَﺳ
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Adam dan Hawa) dari Surga, dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya” [al-A’raaf: 27]

Tabarruj digandengakan dengan
syirik, zina, mencuri dan dosa-dosa
besar lainnya, sehingga Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan
salah satu syarat untuk membai’at
para wanita muslimah dengan
meninggalkan tabarruj. Dari Abdullah
bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu
anhu, beliau berkata: Umaimah bintu
Ruqaiqah datang menemui Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
membai’at beliau Shallallahu ‘alaihi wa
sallam atas agama Islam.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Aku membai’at
kamu atas (dasar) kamu tidak
menyekutukan Allah dengan sesuatu,
tidak mencuri, tidak berzina, tidak
membunuh anak-anakmu, tidak
berbuat dusta yang kamu ada-
adakan antara kedua tangan dan
kakimu, tidak meratapi mayat, dan
tidak melakukan tabarruj (sering
keluar rumah dengan berhias dan
bertingkah laku) seperti (kebiasaan)
wanita-wanita Jahiliyah yang
dahulu” [HR Ahmad (2/196) dan
dinyatakan hasan kitab “Jilbaabul
mar-atil muslimah” (hal. 121)]
Tabarruj adalah sunnah Jahiliyah,
sebagaimana dalam firman Allah:
َﻥْﺮَﻗَﻭ ﻲِﻓ َّﻦُﻜِﺗﻮُﻴُﺑ َﻦْﺟَّﺮَﺒَﺗ ﺎَﻟَﻭ
َﺝُّﺮَﺒَﺗ ِﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺠْﻟﺍ ﻰَﻟﻭُﺄْﻟﺍ
“Dan hendaklah kalian (wahai istri-
istri Nabi) menetap di rumah-rumah
kalian dan janganlah kalian
bertabarruj (sering keluar rumah
dengan berhias dan bertingkah laku)
seperti (kebiasaan) wanita-wanita
Jahiliyah yang dahulu” [al-
Ahzaab:33].
Imam al-Qurthubi, ketika
menafsirkan ayat di atas, beliau
berkata: “Makna ayat ini adalah
perintah (bagi kaum perempuan)
untuk menetapi rumah-rumah mereka.

Meskipun (asalnya) ini ditujukan
kepada istri-istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi secara makna (wanita-wanita) selain mereka (juga)termasuk dalam perintah tersebut. Ini seandainya tidak ada dalil yang khusus (mencakup) semua wanita.

Padahal (dalil-dalil dalam) syariat Islam penuh dengan (perintah) bagi kaum wanita untuk menetapi rumah-rumah mereka dan tidak keluar rumah kecuali karena darurat (terpaksa)” [ Kitab “al-Jaami’ liahkaamil Qur-an” (14/174). ] Imam asy-Syaukani berkata: “at- Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya,yang ini dapat memancing syahwat(hasrat) laki-laki” [ Kitab “Fathul Qadiir” (4/395) ].

Minggu, 02 Juni 2013

BERSYUKUR

SEORANG HAMBA
YANG BERSYUKUR - Hadis riwayat
Aisyah ra., ia berkata: Jika
Rasulullah saw. melaksanakan salat
( Tahajud) , beliau berdiri (lama
sekali) sampai kedua kaki (telapak)
beliau pecah-pecah. Aisyah ra.
bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa
engkau berbuat seperti ini padahal
dosamu yang terdahulu dan yang
akan datang telah diampuni? Lalu
beliau menjawab: Wahai Aisyah,
apakah aku tidak ingin menjadi
seorang hamba yang bersyukur.
(Shahih Muslim No.5046)