Tampilkan postingan dengan label cerita muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2013

DOA YANG MUSTAJAB SAAT DILANDA KESUSAHAN

َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ َﻙُﺪْﺒَﻋ ﻲِّﻧِﺇ َﻙِﺪْﺒَﻋ ُﻦْﺑﺍَﻭ ُﻦْﺑﺍَﻭ َﻚِﺘَﻣَﺃ ﻲِﺘَﻴِﺻﺎَﻧ
َﻙِﺪَﻴِﺑ ٍﺽﺎَﻣ َّﻲِﻓ َﻚُﻤْﻜُﺣ ٌﻝْﺪَﻋ َﻙُﺅﺎَﻀَﻗ َّﻲِﻓ َﻚُﻟَﺄْﺳَﺃ
ِّﻞُﻜِﺑ ٍﻢْﺳﺍ َﻮُﻫ َﺖْﻴَّﻤَﺳ َﻚَﻟ ِﻪِﺑ َﻚَﺴْﻔَﻧ ُﻪَﺘْﻟَﺰْﻧَﺃ ْﻭَﺃ ﻲِﻓ
َﻚِﺑﺎَﺘِﻛ ْﻭَﺃ ُﻪَﺘْﻤَّﻠَﻋ ْﻦِﻣ ﺍًﺪَﺣَﺃ َﻚِﻘْﻠَﺧ ْﻭَﺃ َﺕْﺮَﺛْﺄَﺘْﺳﺍ ِﻪِﺑ ﻲِﻓ
ِﻢْﻠِﻋ َﻙَﺪْﻨِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻞَﻌْﺠَﺗ ْﻥَﺃ َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻊﻴِﺑَﺭ ﻲِﺒْﻠَﻗ َﺭﻮُﻧَﻭ
ﻱِﺭْﺪَﺻ ﻲِﻧْﺰُﺣ َﺀﺎَﻠِﺟَﻭ ﻲِّﻤَﻫ َﺏﺎَﻫَﺫَﻭ

Allaahumma innii 'abduka wabnu 'abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, 'adlun fiyya qadlaa'uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min khalqika, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka, an taj'alal Qur'aana rabii'a qalbii wanuura shadrii wajalaa'a huzni wa dzahaaba hammii

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki- laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku."

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas'ud radliyallah 'anhu ,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas'ud berkata,

"Ada yang bertanya, 'Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya? ' Beliau menjawab, 'Ya, sudah sepatutnya orang yangwmendengarnya untuk
mempelajarinya'. "
(HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al- Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Apabila yang Berdoa Seorang Wanita

Bentuk lafadz doa di atas untuk mudzakar (laki-laki), Ana 'Abduka (aku hamba laki-laki-Mu), Ibnu 'Abdika Wabnu Amatik (anak laki-laki dari hamba-laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba perempuan-Mu).  Kalau yang berdoa adalah laki-laki tentunya lafadz tersebut tepat dan tidak menjadi persoalan. Namun, bila yang berdoa seorang muslimah, apakah dia harus mengganti lafadz di atas dengan bentuk mu'annats (untuk perempuan), yaitu dengan Allaahumma Inni Amatuk, Ibnatu 'Abdika, Ibnatu Amatik (Ya Allah aku adalah hamba wanita-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu)?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang mendengar doa di atas, tapi dia tetap berpegang dengan lafadz hadits. Lalu ada yang berkata padanya, ucapkan, " Allahumma Inni Amatuk . . . ." namun dia menolak dan tetap memilih lafadz dalam hadits, apakah dia dalam posisi yang benar ataukah tidak?

Kemudian beliau menjawab,

"Selayaknya dia mengucapkan dalam doanya, "Allahumma Inni Amatuk, bintu amatik  . . . " dan ini adalah yang lebih baik dan tepat, walaupun ucapannya, 'Abduka, ibnu 'abdika memiliki pembenar dalam bahasa Arab seperti lafadz zauj (pasangan; bisa digunakan untuk suami atau istri-pent), wallahu a'lam."
(Majmu' Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah:22/488)

Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah pernah juga ditanya tentang cara berdoanya seorang wanita dengan doa tersebut. Apakah wanita itu tetap mengucapkan, "wa ana 'abduka wabnu 'abdika " (dan saya adalah hamba laki- laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba di laki-laki-Mu) ataukah harus mengganti dengan, "Wa ana amatuk, ibnu 'andika atau bintu 'abdika"?

Beliau rahimahullah menjawab,

"Persoalan ini luas Insya Allah,Persoalan dalam masalah ini luas. Apabila wanita itu berdoa sesuai dengan hadits, tidak apa-apa.

Dan jika berdoa dengan bentuk yang ma'ruf bagi wanita, Allahumma innii amatuk, wabnutu 'abdika, juga tidak apa-apa,semuanya baik

ARTI DARI KESEPIAN

YOU'RE NOT ALONE,DON'T WORRY

Kebanyakan manusia menyatakan
kesepian bila sendirian, bahkan tetap kesepian di tengah-tengah
keramaian apa lagi di jaman yang individualitasnya sangat tinggi
Sehingga menusia membuat tempat- tempat hiburan yang di dalamnya terdapat musik yang hingar bingar tapi anehnya di tengah-tengah gelegar suara musik tersebut mereka tetap kesepian

Jadi, apa itu SEPI?

Ternyata sepi tidak sama dengan
kesepian, MENGAPA?

Karena di tengah-tengah keramaianpun seseorang bisa
merasa kesepian

Kesepian timbul karena rasa yang
merasa sendirian tanpa orang-orang yang dicintai

Disinilah awal munculnya kesepian
tersebut. Sesungguhnya manusia yang sadar akan keberadaan Allah SWT tidak akan pernah kesepian apa lagi kalau sadar bahwa manusia sebenarnya tidak pernah sendiri walapun sendirian, tidak pernah kesepian walaupun dalam keadaan sepi.

Karena manusia walaupun sendirian secara fisik tapi sebenarnya banyak pendamping-pendampingnya yang setia yaitu anggota tubuhnya masih berfungsi

Masih menemukan cahaya

Masih mendengarkan suara

Masih bersama waktu dan tahu waktu

Orang lain masih ada disekitarnya

Bisa berkomunikasi dua arah dengan orang lain

Bisa berbuat apa saja yang bisa
dilakukan jadi, sebenarnya bila seseorang kesepian atau merasa sepi,Orang tersebut hanya terpaku pada kesendiriannya, tanpa orang lain atau bersama orang lain, tapi tidak bersama orang-orang yang dicintainya atau orang tersebut berpikiran
sangat sempit

Yaitu dia hanya berputar-putar pada dirinya sendiri, hanya pada jasmaninya saja.

Padahal secara rohani seseorang
dimanapun dan kapanpun dia tidak pernah sendirian. . .

Karena Allah SWT selalu
bersamanya dua Malaikat Rokib dan Atid selalu bersamanya

Hanya dia tidak sadar atau tidak
mempercayai keberadaan Allah dan malaikat tersebut.

Manusia benar-benar sepi sendirian dan kesepian apabila Allah SWT tidak ada ( dan ini mustahil )

Bagi yang tidak beriman kepada Allah SWT manusia benar-benar sepi, sendiri dan kesepian.

Apabila tidak ada cahaya atau hidup dalam kegelapan

Tidak tahu waktu, baik melalui matahari atau jam

Tidak mendengar suara apapun

Tidak melihat apapun

Tidak bisa merasakan apapun

Tidak bisa berkomunikasi kepada
siapapun

Tidak bisa berbuat apapun

Jadi, selama semua hal tersebut
masih ada dan dia sadari itu semua maka sesungguhnya dia tidak akan pernah merasa kesepian sedikitpun dimanapun dan kapanpun dia berada bagi yang beriman kepada Allah SWT tak ada alasan sedikitpun untuk
kesepian

Omong kosong kalau beriman tapi
tetap kesepian kalau kesepian walau beriman. berarti imannya belum sempurna hanya iman aku-akuan

Bagi seorang sufi, walau mungkin ada yang tak suka dengan istilah ini dia lebih menyukai sepi dan
sendiriana karena dengan menyepi dan menyendiri lebih banyak waktu yang ia pergunakan untuk berdzikir dan bermunajat
kepada Allah SWT.

Itu sufi di jaman lampau, kesufian di jaman kiwari atau sufi di jaman
modern sekarang ini bukan pergi ke tempat-tempat sunyi dan sepi.
Namun dia adalah pejuang-pejuang Islam yang terjun ke medan juang yang penuh dengan onak dan duri, yang bermandi keringat dan jika perlu air mata, darah bahkan nyawa, semangat juang yang membara di tengah-tengah kobaran api yang terus membakar dan menyalakan semangat juang yang tak kenal henti dan berhenti, kecuali mati.

Bukan lagi pergi jauh menghindari keramaian publik yang mungkin penuh caci maki dan mungkin penuh dengan kotoran yang hampir menenggelamkan semua actor moralitas yang membina ummat di manapun dan kapan pun berada, tak kenal waktu dan tempat.

Berjuang dan terus membina ummat sebisa atau semampunya, sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Tak pernah kenal takut dan tak pernah mundur dalam mengorbankan panji-panji Illahi robbi.

Menerjang dan terus menerjang dengan kekuatan yang sepertinya tanpa batas, karena ada sandarannya yang Maha Kuat, Dialah Allah SWT, sandaran yang tak pernah meninggalkannnya dalam berjuang membela kebanaran yang hakiki, bukan kebenaran yang nisbi.

Kebenaran yang dibawanya adalah kebenaran Illahiyah, kebenaran mutlak. Dan landasannya adalah Al Qur’an dan Hadist, ayat yang dibawanya terkadang tak banyak,yang di sampaikannya juga tak melulu ayat-ayat Qur’an, kalimat yang dibawanya pun sederhana, mudah dicerna dan tak berbelit-belit.

“Baliighu anni walau ayah”

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat( HR Bukhori, Imam Ahmad dan At Tirmidzi)

begitu bunyi hadist yang dipegangnya kuat-kuat.

Selasa, 30 Juli 2013

KEJAHATAN ORANG KAFIR,FAHAMI BETUL SEMUA INI

MERESAPI NILAI AL QURAN DALAM HATI KITA

Seorang guru sedang duduk menghadap murid-muridnya dan berkata: “Ada satu permainan.Di tangan kiri saya ada racun, di tangan kanan ada madu. Jika saya angkat racun, maka berserulah “madu!”. Jika saya angkat madu, maka katakanlah “racun!” Lalu, di mulailah permainan tersebut. Pada awalnya para murid kerepotan,namun lambat laun mereka menjadi terbiasa. Sang guru tersenyum puas seraya berkata.
“Anak-anak, begitulah kita umat
Islam. Mulanya kita dengan jelas dapat membedakan, yang ini haq dan yang itu bathil.Kemudian, musuh musuh Islam datang kepada kita memaksakan kehendaknya dengan berbagai cara, hingga sanggup membalikkan yang haq menjadi bathil,dan sebaliknya yang bathil menjadi haq.

Awalnya, mungkin kita sulit untuk menerimanya, tapi karena terus menerus disosialisasika n dengan cara-cara menarik, akhirnya kita menjadi terbiasa pada fakta yang sudah diputarbalik tersebut. Seperti ungkapan, “Jika kebathilan dibicarakan berulang-ulang oleh banyak orang dan di banyak kesempatan, niscaya orang akan menganggapnya sebagai kebenaran.”

Persis seperti sabda Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam. Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َّﻦُﻌِﺒَّﺘَﺘَﻟ َﻦَﻨَﺳ ْﻦَﻣ ﺍًﺮْﺒِﺷ ْﻢُﻜَﻠْﺒَﻗ
ٍﺮْﺒِﺸِﺑ ٍﻉﺍَﺭِﺬِﺑ ﺎًﻋﺍَﺭِﺫَﻭ ، ﻰَّﺘَﺣ ْﻮَﻟ
ﺍﻮُﻜَﻠَﺳ َﺮْﺤُﺟ ٍّﺐَﺿ ُﻩﻮُﻤُﺘْﻜَﻠَﺴَﻟ .
: ﺎَﻨْﻠُﻗ ﺎَﻳ َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ، َﺩﻮُﻬَﻴْﻟﺍ
ﻯَﺭﺎَﺼَّﻨﻟﺍَﻭ ؟ : َﻝﺎَﻗ ْﻦَﻤَﻓ ؟
“Kalian pasti akan mengikuti langkah- langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak,kalian pun pasti akan memasukinya.”

Kami (sahabat) bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi danwNashara?” Beliau menjawab: “Lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada gilirannya, kalianpun mengikuti kebiasaan tersebut berangsur-angsur hingga akhirnya kalian menjadi penentang Islam dan membela kekafiran.

Hari ini, pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu. Zina tidak lagi dianggap haram, bahkan para artis penzina jadi idola. Pakaian seksi menjadi trend tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend hiburan yang mengaasyikan, hedonisme menjadi gaya hidup alternatif. Kawin sesama jenis sudah mendapat legalitas hukum di banyak negara di dunia.Propaganda para phobia Islam itu telah diinformasikan dalam Al-Qur’an:
ﺍﻭُﺮَﻔَﻛ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻝﺎَﻗَﻭ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ َﻦﻳِﺬَّﻠِﻟ
ﺍﻮُﻌِﺒَّﺗﺍ ﺎَﻨَﻠﻴِﺒَﺳ ْﻞِﻤْﺤَﻨْﻟَﻭ
ْﻢُﻛﺎَﻳﺎَﻄَﺧ ﺎَﻣَﻭ ْﻢُﻫ َﻦﻴِﻠِﻣﺎَﺤِﺑ ْﻦِﻣ
ْﻢُﻫﺎَﻳﺎَﻄَﺧ ٍﺀْﻲَﺷ ْﻦِﻣ ْﻢُﻬَّﻧِﺇ َﻥﻮُﺑِﺫﺎَﻜَﻟ
Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang mukmin:”Wahai orang- orang mukmin, ikutilah cara hidup kami. Kami akan menanggung segala dosa kalian selama kalian mengikuti kami.”
Padahal sebenarnya orang-orang kafir itu tidak sedikit pun sanggup menanggung dosa-dosa mereka sendiri. Sungguh orang-orang kafir itu berdusta.” (Qs. Al-Ankabut,29: 12)

Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA (Central Intellegent Agency) membentuk lembaga dana sosial bernama “Asia Foundation” yang mengucurkan dana ber-milyar dollar per tahun. Di Indonesia,lembaga ini sebagai pengusung dan sponsor gerakan SEPILIS yaitu penyakit Sekulerisme,Pluralisme dan Liberalisme yang merusak akidah Islam William Ewart Gladstone (1809-1898),mantan PM Inggris mengatakan:

“Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasasinya selama di dalam dada pemuda-pemuda Islam bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.Minuman keras dan musik lebih menghancurkan umat Muhammad daripada seribu meriam. Oleh karena itu tanamkanlah ke dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Kebencian Gladstones juga tercermin dalam kata-katanya: “So long as there is this book, there will be no peace in the world” (Selama ada Al- Qur’an ini, maka tidak akan ada perdamaian di dunia)
Pernyataan Gladstone sudah berlalu lebih dari 200 tahun, tetapi para phobia Islam melestarikannya sebagai metode efektif dan implementatif untuk menyimpangkan manusia dari jalan Allah. Mereka menggunakan media massa dan elektronik, melalui budaya, mimbar ilmu di perguruan tinggi maupun lewat seni dan buku-buku serta pidato di berbagai forum.

Al-Qur’anul Karim menginformasikan kepada kita:
ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ َﻦِﻣَﻭ ﻱِﺮَﺘْﺸَﻳ ْﻦَﻣ َﻮْﻬَﻟ
ِﺚﻳِﺪَﺤْﻟﺍ َّﻞِﻀُﻴِﻟ ْﻦَﻋ ِﻪﻠﻟﺍ ِﻞﻴِﺒَﺳ
ِﺮْﻴَﻐِﺑ ٍﻢْﻠِﻋ ﺎَﻫَﺬِﺨَّﺘَﻳَﻭ َﻚِﺌَٰﻟﻭُﺃ ﺍًﻭُﺰُﻫ
ْﻢُﻬَﻟ ٌﻦﻴِﻬُﻣ ٌﺏﺍَﺬَﻋ
“Dan diantara manusia ada yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah tanpa Ilmu,dan menjadikan jalan Allah itu sebagai olok-olokan. Mereka itulah yang akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman, 31: 6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa provokator kebathilan dengan tujuan menyelewengkan manusia dari jalan-Nya faktual, bukan fiktif. Mereka memprovokasi manusia dengan ucapan manis tapi beracun, dan menyesatkan melalui pemikiran berkedok ilmu pengetahuan.

Namun, betapapun upaya musuh- musuh Islam memprovokasi umat Islam dengan cara menjelek-jelekk an Islam,tapi mereka tidak akan mampu mengalahkan hujah kebenaran Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
َﻦﻳِﺬَّﻟَﺍ َﻥﻮُﺼَّﺑَﺮَﺘَﻳ ْﻥِﺈَﻓ ْﻢُﻜِﺑ َﻥﺎَﻛ
ْﻢُﻜَﻟ ٌﺢْﺘَﻓ ِﻪﻠﻟﺍ َﻦِﻣ ْﻢَﻟَﺃ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ْﻦُﻜَﻧ
ْﻢُﻜَﻌَﻣ ْﻥِﺇَﻭ َﻥﺎَﻛ ٌﺐﻴِﺼَﻧ َﻦﻳِﺮِﻓﺎَﻜْﻠِﻟ
ْﻢَﻟَﺃ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ْﺫِﻮْﺤَﺘْﺴَﻧ
ْﻢُﻜْﻌَﻨْﻤَﻧَﻭ َﻦِﻣ ُﻪﻠﻟﺎَﻓ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ
ْﻢُﻜَﻨْﻴَﺑ ُﻢُﻜْﺤَﻳ َﻡْﻮَﻳ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ ْﻦَﻟَﻭ
ُﻪﻠﻟﺍ َﻞَﻌْﺠَﻳ َﻦﻳِﺮِﻓﺎَﻜْﻠِﻟ ﻰَﻠَﻋ
ﺎًﻠﻴِﺒَﺳ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ
”Wahai kaum mukmin, orang-orang munafik selalu mengharap musibah menimpa kalian. Jika kalian mendapatkan kemenangan dari Allah, orang-orang munafik berkata: “Wahai kaum mukmin, bukankah dahulu kalian bersama kami?”

Akan tetapi, jika orang-orang kafir yang mendapatkan kemenangan, orang-orang munafik berkata. “Wahai orang-orang kafir,bukankah kalian dahulu telah kami beritahu tentang keadaan orang- orang mukmin, dan kami membela kalian menghadapi tantangan orang-orang mukmin?”

"Allah kelak akan mengadili kalian semua pada hari kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan kebenaran hujah orang-orang mukmin.“ (Qs. An-Nisaa’, 4: 141)

Minggu, 28 Juli 2013

CONTOH TELADAN SEORANG PEMIMPIN

Wajah Umar bin Khattab terlihat
murung. Ekspresinya menggambarkan
seseorang yang terkena musibah dan
menanggung beban amat berat.
Hari itu adalah hari
pengangkatannya sebagai khalifah,
menggantikan Abu Bakar ash-Shiddiq
yang telah wafat. Tidak terlihat
wajah kegembiraan terkait terpilihnya
dia sebagai khalifah. Itu terlihat dari
pidatonya.
"Hai umat Muhammad! Saya telah
diangkat sebagai pemimpin kalian.
Seandainya tidaklah didorong oleh
harapan bahwa saya menjadi orang
yang terbaik di antara kalian, orang
yang terkuat bagi kalian, dan orang
yang paling teguh mengurusi urusan-
urusan kalian, tidaklah saya menerima
jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar,
menunggu datangnya saat
perhitungan."
Tidak ada yang lebih membebani
pikiran Umar selain bagaimana
melaksanakan amanah kepemimpinan
ini dan mempertanggungj awabkannya
di hadapan Allah kelak. Suatu
pemandangan yang tidak biasa kita
lihat bahwa ada seseorang yang
terpilih menjadi penguasa, namun
merasa ketakutan dan bersedih.
Kondisi sebaliknya justru yang sering
kita lihat. Seseorang yang terpilih
sebagai penguasa terlihat sangat
senang dan merasa bersyukur atas
keterpilihannya .
Sesungguhnya amanah kepemimpinan
adalah sesuatu yang sangat berat.
"Sesungguhnya seorang penguasa
adalah pengurus (urusan rakyatnya)
dan ia bertanggung jawab terhadap
rakyat yang diurusnya." (HR Muslim
dan Ahmad).
Tanggung jawab seorang pimpinan
terhadap rakyatnya adalah menjamin
semua urusan individu rakyatnya
terpelihara dengan baik. Umar bin
Khattab sangat khawatir jika sampai
ada keledai yang terjatuh di jalanan
akibat jalan yang berlubang. Karena
itu, ia segera memperbaikinya.
Keadilan dan kesederhanaan adalah
hal yang melekat pada sosok
kepemimpinan Umar. Di saat penguasa
lain tinggal di istana dengan
singgasana dan kehidupan yang
mewah, Umar hidup di rumah
sederhana di antara gang-gang kecil
dengan pakaian sederhana.
Umar sangat hati-hati dalam
membelanjakan harta negara. Dia
mematikan lampu minyak di ruangan
kantornya, ketika anaknya
mengunjunginya di malam hari untuk
membicarakan masalah keluarga.
Umar sungguh khawatir dia
menghabiskan minyak lampu yang
berasal dari uang rakyat ketika
sedang membicarakan masalah pribadi
bersama anaknya.
Sikap penguasa yang amanah terlahir
dari keimanan yang kuat. Sebagai
salah satu sahabat yang telah dijamin
Rasulullah SAW masuk surga,
kekuatan iman Umar tidak diragukan.
Setiap malam sebelum tidur, dia selalu
menghisab dirinya atas apa yang
sudah dilakukannya sepanjang hari.
Umar berkata, "Hisablah diri kalian
sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah
(bersiaplah) kalian untuk akhirat
(yaumul hisab)."
Umar telah mengajarkan kepada kita
semua, kepada para pemimpin dan
calon penguasa, untuk senantiasa
berpegang teguh pada aturan yang
telah digariskan dalam menjalankan
roda kepemimpinan. Dengan cara
seperti itu, diharapkan Sang Pemilik
Alam Semesta juga akan senantiasa
melindungi dan menolong para pemimpin
dalam menjalankan amanah yang
diberikan kepada-Nya. Insya Allah.
Aamiin...

Selasa, 23 Juli 2013

JAGALAH AURATMU WAHAI PARA WANITA

( TABARRUJ / BUKA AURAT )DAN WANITA YG PALING DEKAT DENGAN ALLAH SWT YAITU DIRUMAHNYA

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat,maka jika dia keluar (rumah) Syaithanakan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki),dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah Azza wa Jalla) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. [ HR Ibnu Khuzaimah (no. 1685),

Ibnu Hibban (no. 5599) dan at-Thabrani dalam “al-Mu'jamul ausath” (no. 2890), dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, al-Mundziri ] Tabarruj adalah sunnah dari Iblis.

Karena dia berusaha keras untuk membuka aurat dan menyingkap hijab mereka, maka tabarruj merupakan target utama (tipu daya) Iblis. Allah Jalaa Jalaaluh berfirman:
ﺎَﻳ ﻲِﻨَﺑ َﻡَﺩﺁ ﻻ ُﻢُﻜَّﻨَﻨِﺘْﻔَﻳ ُﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ
َﺝَﺮْﺧَﺃ ﺎَﻤَﻛ ْﻢُﻜْﻳَﻮَﺑَﺃ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻦِﻣ
ُﻉﺰﻨَﻳ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ ﺎَﻤُﻬَﺳﺎَﺒِﻟ ﺎَﻤُﻬَﻳِﺮُﻴِﻟ
ﺎَﻤِﻬِﺗﺁْﻮَﺳ
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Adam dan Hawa) dari Surga, dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya” [al-A’raaf: 27]

Tabarruj digandengakan dengan
syirik, zina, mencuri dan dosa-dosa
besar lainnya, sehingga Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan
salah satu syarat untuk membai’at
para wanita muslimah dengan
meninggalkan tabarruj. Dari Abdullah
bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu
anhu, beliau berkata: Umaimah bintu
Ruqaiqah datang menemui Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
membai’at beliau Shallallahu ‘alaihi wa
sallam atas agama Islam.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Aku membai’at
kamu atas (dasar) kamu tidak
menyekutukan Allah dengan sesuatu,
tidak mencuri, tidak berzina, tidak
membunuh anak-anakmu, tidak
berbuat dusta yang kamu ada-
adakan antara kedua tangan dan
kakimu, tidak meratapi mayat, dan
tidak melakukan tabarruj (sering
keluar rumah dengan berhias dan
bertingkah laku) seperti (kebiasaan)
wanita-wanita Jahiliyah yang
dahulu” [HR Ahmad (2/196) dan
dinyatakan hasan kitab “Jilbaabul
mar-atil muslimah” (hal. 121)]
Tabarruj adalah sunnah Jahiliyah,
sebagaimana dalam firman Allah:
َﻥْﺮَﻗَﻭ ﻲِﻓ َّﻦُﻜِﺗﻮُﻴُﺑ َﻦْﺟَّﺮَﺒَﺗ ﺎَﻟَﻭ
َﺝُّﺮَﺒَﺗ ِﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺠْﻟﺍ ﻰَﻟﻭُﺄْﻟﺍ
“Dan hendaklah kalian (wahai istri-
istri Nabi) menetap di rumah-rumah
kalian dan janganlah kalian
bertabarruj (sering keluar rumah
dengan berhias dan bertingkah laku)
seperti (kebiasaan) wanita-wanita
Jahiliyah yang dahulu” [al-
Ahzaab:33].
Imam al-Qurthubi, ketika
menafsirkan ayat di atas, beliau
berkata: “Makna ayat ini adalah
perintah (bagi kaum perempuan)
untuk menetapi rumah-rumah mereka.

Meskipun (asalnya) ini ditujukan
kepada istri-istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi secara makna (wanita-wanita) selain mereka (juga)termasuk dalam perintah tersebut. Ini seandainya tidak ada dalil yang khusus (mencakup) semua wanita.

Padahal (dalil-dalil dalam) syariat Islam penuh dengan (perintah) bagi kaum wanita untuk menetapi rumah-rumah mereka dan tidak keluar rumah kecuali karena darurat (terpaksa)” [ Kitab “al-Jaami’ liahkaamil Qur-an” (14/174). ] Imam asy-Syaukani berkata: “at- Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya,yang ini dapat memancing syahwat(hasrat) laki-laki” [ Kitab “Fathul Qadiir” (4/395) ].

Kamis, 02 Mei 2013

PAHAMI BETUL CRITA INI BAGI PARA MUSLIM

KELINCI TUA YG
BIJAK DAN KEBEBASAN HIDUP
SEJATI - Seekor kelinci muda
menampakkan wajah gelisah ketika
berada di sebuah kandang. Walau
daun-daun segar selalu tersedia
setiapkali ia ingin makan, kandang
baginya sebuah penjara yang
menghalanginya menikmati
kebebasan di luar sana. Kamu ingin
bebas dari kandang ini, anakku?
ucap seekor kelinci tua tiba-tiba.
Warna bulunya yang tidak lagi
cerah, menunjukkan kalau si pemilik
suara itu sudah begitu lama
mengenyam kehidupan.
Tentu saja! Aku ingin bebas di luar
sana! jawab si kelinci muda setelah
menoleh ke arah kelinci tua.
Persahabatan dua kelinci itu
memang tergolong baru. Ketika
kelinci muda dimasukkan ke kandang
oleh sang pemilik, kelinci tua sudah
ada di situ. Ia tidak tahu persis,
sudah berapa lama kelinci tua itu
menetap di kandang yang tak lebih
baginya sebagai sebuah penjara.
Belum lagi dua kelinci itu
melanjutkan percakapannya,
tangan sang pemilik tiba-tiba
menjulur ke kandang. Sepertinya,
tangan itu hendak meraih kelinci
tua. Dan benar saja, sang kelinci
tua berhasil terpegang setelah
sebelumnya menunjukkan
penghindaran.
Tangan sang pemilik pun
mengeluarkan sang kelinci tua di
sebuah rerumputan tak jauh dari
kandang. Tapi, kelinci tua itu tidak
mau bergerak. Ia tetap diam.
Sepertinya, sang kelinci tua ingin
kembali dimasukkan kedalam
kandang.
Seperti memahami bahasa tubuh
kelinci, sang pemilik pun kembali
memasukkan kelinci tua kedalam
kandang.
Aneh, kenapa bapak tidak
memanfaatkan kesempatan untuk
bebas? Apa bapak lebih senang
berada di sini daripada di luar
sana? sergah sang kelinci muda
sesaat setelah kelinci tua kembali
berada dalam kandang.
Anakku, ucap sang kelinci tua. Tidak
selamanya kebebasan itu baik.
Justru, aku lebih aman berada
dalam kandang ini daripada di luar
sana! lanjut sang kelinci tua.
Bapak takut berada di luar sana?
Bukankah kita bisa berlari cepat
jika ada yang membahayakan kita?
tanya kelinci muda lagi.
Sebenarnya jawab kelinci tua. Aku
lebih takut pada kebebasan diriku
sendiri daripada mangsa di luar
sana. Karena bagiku, kebebasanlah
yang membuatku lengah dari
berbagai bahaya. Dan kebebasan
pula yang membuatku menjadi bodoh
untuk membedakan mana yang
aman dan mana yang
membahayakan.
Sang Pemilik kehidupan memberikan
kebebasan bagi kita untuk memilih:
mau bebas atau terpenjara dalam
aturannya. Sayangnya, tidak
sedikit dari kita yang mampu
melihat bahwa penjara itu jauh lebih
baik dari kebebasan.
Padahal, seperti yang diucapkan
sang kelinci tua, Kebebasanlah
yang menjadikan diri bodoh untuk
membedakan mana yang aman, dan
mana yang bahaya!
Dengan dalih kebebasan tidak
berjilbab, tidak mengaji,
menghabiskan masa muda dengan
membiarkannya tanpa aturan,
anak-anak yang mau bebas, istri
dan suami yang mau bebas tanpa
arah, justru sering kita saksikan
malah menimbulkan kejahiliahan
yang berakhir kepada mala petaka
tercorengnya kehormatan.
Terpenjara disini ialah pilihan hidup
dalam Syariat Allah bukan penjara
yg sebenarnya, malah hinalah budak
dunia yang mau hidup bebas tanpa
arah, penjara ini sejatinya ialah
hati yang terpisah dengan
kebatilan. Baik pendirian hati yg
teguh memegang Agama
Penjara bisa berupa kisah nyata
pemuda dalam Gua Al Kahfi, Gua
Hira, dan hijrah memisahkan diri dari
kegelapan kepada cahaya.
Bila kita berpedoman, Saya mau
bebas menghamburkan harta, tanpa
mau berbagi, saya mau bebas
bergaul tanpa membatasi diri, saya
mau bebas berdagang tanpa
melihat halal dan haram, saya mau
bebas menjalani kehidupan tanpa
aturan dan dalih kebebasan lainnya
diluar Islam, maka yang ada ia
meninggalkan petunjuk.
Islam adalah cahaya yang dibawa
Rosulullah SAW adalah kebebasan
sejati, dari penghambaan kepada
dunia dan manusia menuju cahaya
penghambaan kepada Allah SWT.
Syiarkan Islam dan genggamlah
kepada semua kalangan, tanpa
terkecuali itulah tugas kita sebagai
khalifah didunia ini. Dunianya Allah
SWT sebagai tempat menguji
hamba-hamba-Nya genggamlah
Quran dan Sunnah Rosulullah agar
kita tidak tersesat.