UANG CEBANAN YANG
BERARTI - Sore itu sebut saja
namanya Budiman, ia menemani istri
dan seorang putrinya berbelanja
kebutuhan rumah tangga bulanan di
sebuah toko swalayan. Usai mereka
membayar semua barang belanjaan.
Tangan-tangan mereka sarat dengan
tas plastik belanjaan. Baru saja
mereka keluar dari toko swalayan,
istri Budiman dihampiri seorang
wanita pengemis yang saat itu
bersama seorang putri kecilnya.
Wanita pengemis itu berkata kepada
istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”
Istri Budiman kemudian membuka
dompetnya lalu ia menyodorkan
selembar uang kertas berjumlah 1000
rupiah.
Wanita pengemis itu lalu menerimanya.
Tatkala ia tahu jumlahnya dan
ternyata itu tidak mencukup
kebutuhannya, ia kemudian
menguncupkan jari-jarinya dan ia
arahkan kearah mulutnya, kemudian ia
memegang kepala anaknya dan sekali
lagi ia mengarahkan jari-jari yang
terkuncup itu ke arah mulutnya.
Seolah ia berkata dengan bahasa
isyarat, “Aku dan anakku ini sudah
berhari-hari tidak makan, tolong beri
kami tambahan sedekah untuk bisa
membeli makanan.”
Mendapati isyarat pengemis wanita
itu, istri Budiman pun membalas
isyarat dengan gerak tangannya
seolah berkata, “Tidak… tidak, aku
tidak akan menambahkan sedekah
untukmu!”
Ironisnya meski ia tidak menambahkan
sedekahnya malah istri dan putrinya
Budiman menuju ke sebuah gerobak
gorengan untuk membeli cemilan. Pada
kesempatan yang sama Budiman
berjalan ke arah ATM center guna
mengecek saldo rekeningnya. Saat itu
memang adalah tanggal dimana ia
menerima gajian dari perusahaannya,
karenanya Budiman ingin mengecek
saldo rekeningnya.
Ia sudah berada di depan ATM. Ia
masukkan kartu ke dalam mesin
tersebut. Ia tekan langsung tombol
INFORMASI SALDO. Sesaat
kemudian muncullah beberapa digit
angka yang membuat Budiman
menyunggingkan senyum kecil dari
mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah
masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam
bilangan jutaan rupiah dari ATM.
Pecahan ratusan ribu berwarna
merah kini sudah menyesaki
dompetnya. Lalu ada satu lembar uang
berwarna merah juga, namun kali ini
bernilai 10 ribu yang ia tarik dari
dompet. Kemudian uang itu ia lipat
menjadi kecil dan ia berniat untuk
berbagi dengan wanita pengemis yang
tadi meminta tambahan sedekah.
Budiman memberikan uang itu. Lalu
saat sang wanita melihat nilai uang
yang ia terima betapa girangnya dia.
Ia berucap syukur kepada Allah dan
berterima kasih kepada Budiman
dengan kalimat-kalimat penuh
kesungguhan:
“Alhamdulillah… Alhamdulillah…
Alhamdulillah… Terima kasih tuan!
Semoga Allah memberikan rezeki
berlipat untuk tuan dan keluarga.
Semoga Allah memberi kebahagiaan
lahir dan batin untuk tuan dan
keluarga. Diberikan karunia keluarga
sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah
tangga harmonis dan anak-anak yang
shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan
keluarga juga diberi kedudukan yang
terhormat kelak nanti di surga…!”
Budiman tidak menyangka ia akan
mendengar respon yang begitu
mengharukan. Budiman mengira bahwa
pengemis tadi hanya akan berucap
terima kasih saja. Namun, apa yang
diucapkan oleh wanita pengemis tadi
sungguh membuat Budiman terpukau
dan membisu. Apalagi tatkala sekali
lagi ia dengar wanita itu berkata
kepada putri kecilnya, “Dik,
Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan
juga….!”
Deggg…!!! Hati Budiman tergedor
dengan begitu kencang. Rupanya
wanita tadi sungguh berharap
tambahan sedekah agar ia dan
putrinya bisa makan. Sejurus
kemudian mata Budiman membuntuti
kepergian mereka berdua yang berlari
menyeberang jalan, lalu masuk ke
sebuah warung tegal untuk makan di
sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di
tempat itu. Hingga istri dan putrinya
kembali lagi dan keduanya menyapa
Budiman. Mata Budiman kini mulai
berkaca-kaca dan istrinya pun
mengetahui itu. “Ada apa Pak?”
Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan
terbata Budiman menjelaskan:
“Aku baru saja menambahkan sedekah
kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu
rupiah!”
Awalnya istri Budiman hampir tidak
setuju tatkala Budiman menyatakan
bahwa ia memberi tambahan sedekah
kepada wanita pengemis, namun
Budiman melanjutkan kalimatnya:
“Bu…, aku memberi sedekah
kepadanya sebanyak itu. Saat
menerimanya, ia berucap hamdalah
berkali-kali seraya bersyukur kepada
Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan
aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan
keluarga kita. Panjaaaang sekali ia
berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah
Swt sebesar 10 ribu saja sudah
sedemikian hebatnya bersyukur.
Padahal aku sebelumnya melihat di
ATM saat aku mengecek saldo dan
ternyata di sana ada jumlah yang
mungkin ratusan bahkan ribuan kali
lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat
saldo itu, aku hanya mengangguk-
angg uk dan tersenyum. Aku terlupa
bersyukur, dan aku lupa berucap
hamdalah.
Bu…, aku malu kepada Allah! Dia
terima hanya 10 ribu begitu
bersyukurnya dia kepada Allah dan
berterimakasih kepadaku. Kalau
memang demikian, siapakah yang
pantas masuk ke dalam surga Allah,
apakah dia yang menerima 10 ribu
dengan syukur yang luar biasa,
ataukah aku yang menerima jumlah
lebih banyak dari itu namun sedikitpun
aku tak berucap hamdalah.”
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan
suara yang terbata-bata dan
beberapa bulir air mata yang menetes.
Istrinya pun menjadi lemas setelah
menyadari betapa selama ini kurang
bersyukur sebagai hamba.
dalam dunia yang makin berkembang mari kita berbagi informasi mengenai ISLAM,berbagi ilmu agama agar bisa menjadi umat yang soleh dan soleha,semakin banyak kita mengerti tentang islam semakin kita tau betapa indahnya memeluk agama islam.Ayo berbagi bersama blog ini mengenai islam kita belaja dan berbagi informasi tentang islam..alhamdulillah atas dukungan pengunjung
Selasa, 30 Juli 2013
SYUKURILAH BERAPAPUN REJEKIMU
Minggu, 28 Juli 2013
CONTOH TELADAN SEORANG PEMIMPIN
Wajah Umar bin Khattab terlihat
murung. Ekspresinya menggambarkan
seseorang yang terkena musibah dan
menanggung beban amat berat.
Hari itu adalah hari
pengangkatannya sebagai khalifah,
menggantikan Abu Bakar ash-Shiddiq
yang telah wafat. Tidak terlihat
wajah kegembiraan terkait terpilihnya
dia sebagai khalifah. Itu terlihat dari
pidatonya.
"Hai umat Muhammad! Saya telah
diangkat sebagai pemimpin kalian.
Seandainya tidaklah didorong oleh
harapan bahwa saya menjadi orang
yang terbaik di antara kalian, orang
yang terkuat bagi kalian, dan orang
yang paling teguh mengurusi urusan-
urusan kalian, tidaklah saya menerima
jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar,
menunggu datangnya saat
perhitungan."
Tidak ada yang lebih membebani
pikiran Umar selain bagaimana
melaksanakan amanah kepemimpinan
ini dan mempertanggungj awabkannya
di hadapan Allah kelak. Suatu
pemandangan yang tidak biasa kita
lihat bahwa ada seseorang yang
terpilih menjadi penguasa, namun
merasa ketakutan dan bersedih.
Kondisi sebaliknya justru yang sering
kita lihat. Seseorang yang terpilih
sebagai penguasa terlihat sangat
senang dan merasa bersyukur atas
keterpilihannya .
Sesungguhnya amanah kepemimpinan
adalah sesuatu yang sangat berat.
"Sesungguhnya seorang penguasa
adalah pengurus (urusan rakyatnya)
dan ia bertanggung jawab terhadap
rakyat yang diurusnya." (HR Muslim
dan Ahmad).
Tanggung jawab seorang pimpinan
terhadap rakyatnya adalah menjamin
semua urusan individu rakyatnya
terpelihara dengan baik. Umar bin
Khattab sangat khawatir jika sampai
ada keledai yang terjatuh di jalanan
akibat jalan yang berlubang. Karena
itu, ia segera memperbaikinya.
Keadilan dan kesederhanaan adalah
hal yang melekat pada sosok
kepemimpinan Umar. Di saat penguasa
lain tinggal di istana dengan
singgasana dan kehidupan yang
mewah, Umar hidup di rumah
sederhana di antara gang-gang kecil
dengan pakaian sederhana.
Umar sangat hati-hati dalam
membelanjakan harta negara. Dia
mematikan lampu minyak di ruangan
kantornya, ketika anaknya
mengunjunginya di malam hari untuk
membicarakan masalah keluarga.
Umar sungguh khawatir dia
menghabiskan minyak lampu yang
berasal dari uang rakyat ketika
sedang membicarakan masalah pribadi
bersama anaknya.
Sikap penguasa yang amanah terlahir
dari keimanan yang kuat. Sebagai
salah satu sahabat yang telah dijamin
Rasulullah SAW masuk surga,
kekuatan iman Umar tidak diragukan.
Setiap malam sebelum tidur, dia selalu
menghisab dirinya atas apa yang
sudah dilakukannya sepanjang hari.
Umar berkata, "Hisablah diri kalian
sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah
(bersiaplah) kalian untuk akhirat
(yaumul hisab)."
Umar telah mengajarkan kepada kita
semua, kepada para pemimpin dan
calon penguasa, untuk senantiasa
berpegang teguh pada aturan yang
telah digariskan dalam menjalankan
roda kepemimpinan. Dengan cara
seperti itu, diharapkan Sang Pemilik
Alam Semesta juga akan senantiasa
melindungi dan menolong para pemimpin
dalam menjalankan amanah yang
diberikan kepada-Nya. Insya Allah.
Aamiin...
Jumat, 26 Juli 2013
PUASA BUKAN CUMA MENAHAN LAPAR DAN DAHAGA SAJA
Puasa itu bukan cuma menahan lapar dan haus saja,kalau tidak percaya lihat dan baca gambar dibawah ini
Akibat kawin tangan (onani)
“Akibat Kawin Tangan (onani)”
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Rasulullah SAW sabda;
“Ada tujuh golongan manusia yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan tidak membersihkan mereka dari dosa bahkan Allah berfirman kepada mereka;
“Masuklah kamu ke dalam neraka bersama orang² yang dimasukkan ke dalamnya...!!!”
“Tujuh golongan tersebut ialah;
①. Orang yang melakukan homoseks.
②. Orang yang melakukan kawin tangan (onani).
③. Orang yang melakukan hubungan seks dengan binatang.
④. Orang yang melakukan hubungan seks melalui dubur (liwat).
⑤. Orang yang berkawin antara ibu dan anak.
⑥. Orang yang berzina dengan istri tetangganya.
⑦. Orang yang menggangu tetangganya...! !!” (Riwayat al-Tabrani)
(Hadist yang ini pula ialah hadits
hasan lizatihi dan al-Hakim menyatakan bahwa hadist ini adalah hadits yang sahih pada sanadnya)
Na”udzubillah Mindhzaliq...
Ya Allah...
Jauhkanlah Aku dan orang yang
membaca artikel ini dari golongan tersebut. Aamiin..
ISLAM MENGENTASKAN KEMISKINAN
ISLAM MENGENTASKAN
KEMISKINAN - Islam mengatur
seluruh aspek hidup dan kehidupan
manusia. Islam juga menjelaskan dan
memberikan solusi terhadap seluruh
problematika kehidupan, baik dalam
masalah ’akidah, ibadah, moral,
akhlak, muamalah, rumah tangga,
bertetangga, politik, kepemimpinan,
mengentaskan kemiskinan dan lainnya.
Pembahasan kali ini adalah Islam
mengentaskan kemiskinan. Islam
berusaha mengatasi kemiskinan dan
mencari jalan keluarnya serta
mengawasi kemungkinan dampaknya.
Tujuannya, untuk menyelamatkan
’akidah, akhlak, dan amal perbuatan;
memelihara kehidupan rumah tangga,
dan melindungi kestabilan dan
ketentraman masyarakat, di samping
untuk mewujudkan jiwa persaudaraan
antara sesama kaum Muslimin. Karena
itu, Islam menganjurkan agar setiap
individu memperoleh taraf hidup yang
layak di masyarakat.
Islam tidak bersikap acuh tak acuh
dan membiarkan nasib fakir miskin
terlantar. Sesungguhnya Allah Azza
wa Jalla telah menetapkan bagi
mereka suatu hak tertentu yang ada
pada harta orang-orang kaya, dan
suatu bagian yang tetap dan pasti
yaitu zakat. Sasaran utama zakat
adalah untuk mencukupi kebutuhan
orang-orang miskin.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ﺎَﻤَّﻧِﺇ ُﺕﺎَﻗَﺪَّﺼﻟﺍ ِﺀﺍَﺮَﻘُﻔْﻠِﻟ
ِﻦﻴِﻛﺎَﺴَﻤْﻟﺍَﻭ ﺎَﻬْﻴَﻠَﻋ َﻦﻴِﻠِﻣﺎَﻌْﻟﺍَﻭ
ِﺔَﻔَّﻟَﺆُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ ﻲِﻓَﻭ ِﺏﺎَﻗِّﺮﻟﺍ
َﻦﻴِﻣِﺭﺎَﻐْﻟﺍَﻭ ﻲِﻓَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻞﻴِﺒَﺳ ِﻦْﺑﺍَﻭ
ۖ ِﻞﻴِﺒَّﺴﻟﺍ ًﺔَﻀﻳِﺮَﻓ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻦِﻣ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ۗ
ٌﻢﻴِﻠَﻋ ٌﻢﻴِﻜَﺣ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah
untuk orang-orang fakir, orang
miskin, amil zakat, yang dilunakkan
hatinya (mualaf), untuk
(memerdekakan) hamba sahaya,
untuk (membebaskan) orang yang
berutang, untuk jalan Allah dan untuk
orang yang sedang dalam perjalanan,
sebagai kewajiban dari Allah. Allah
Maha mengetahui, Maha bijaksana.
[at-Taubah/9:60]
Fakir miskin merupakan kelompok yang
harus diutamakan dalam pembagian
zakat. Karena itu, Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan
kelompok lain yang berhak atas zakat
tersebut. Fakir miskinlah sasaran
utamanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjelaskan hukuman di dunia bagi
kaum yang tidak menunaikan zakat,
yaitu Allah Azza wa Jalla akan
menimpakan kepada mereka kemarau
yang panjang dan kelaparan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
... ْﻢـَﻟَﻭ ﺍْﻮُﻌَﻨْﻤـَﻳ َﺓﺎَﻛَﺯ ْﻢِﻬِﻟﺍَﻮْﻣَﺃ
َّﻻِﺇ َﺮْﻄَﻘْﻟﺍ ﺍْﻮُﻌِﻨُﻣ َﻦِﻣ ِﺀﺎـَﻤَّﺴﻟﺍ
ْﻮَﻟَﻭ َﻻ ُﻢِﺋﺎَﻬَﺒْﻟﺍ ْﻢـَﻟ ﺍْﻭُﺮَﻄْﻤـُﻳ
Dan tidaklah mereka menahan zakat
harta-harta mereka, melainkan hujan
dari langit akan ditahan bagi mereka.
Dan seandainya tidak ada binatang-
binatang niscaya hujan tidak akan
diturunkan kepada mereka. (Shahîh:
HR. Ibnu Mâjah (no. 4019)
Al-Qur`ân telah membebankan di atas
pundak setiap orang yang beriman
suatu tanggung jawab terhadap
orang. Al-Qur`ân menegaskan,
mengabaikan orang miskin berarti
telah durhaka kepada Allah Azza wa
Jalla dan berhak mendapatkan siksa
yang pedih. Allah Azza wa Jalla
menjelaskan penyebab hukuman keras
tersebut dalam firman-Nya, yang
artinya : ”Sesungguhnya dialah orang
yang tidak beriman kepada Allah yang
Maha besar. Dan juga dia tidak
mendorong (orang lain) untuk memberi
makan orang miskin.” [al-Hâqqah:
33-34]
Pribadi yang mulia dan Muslim sejati
adalah insan yang suka memberikan
lebih dari apa yang diminta, suka
mendermakan lebih dari apa yang
diminta. Ia suka memberikan sesuatu,
kendati tidak diminta. Ia suka
berderma (memberikan infak) di kala
senang maupun susah, secara diam- diam maupun secara terang-terangan. Ia melakukannya bukan karena cinta kemegahan atau kepopuleran dan bukan pula karena takut adanya hukuman dari pihak penguasa.
Sifat-sifat ini serta hal-hal yang memotivasi agar memiliki sifat ini banyak didapatkan dalam al-Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , diantaranya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
ْﻢُﻜُّﻳَﺃ ُﻝﺎَﻣ ُّﺐَﺣَﺃ ِﻪِﺛِﺭﺍَﻭ ِﻪْﻴَﻟِﺇ ْﻦِﻣ
ِﻪِﻟﺎَﻣ ﺍْﻮُﻟﺎَﻗ ؟ : َﻝْﻮُﺳَﺭ ﺎَﻳ ِﻪﻠﻟﺍ ﺎَﻣ
ٌﺪَﺣَﺃ ﺎَّﻨِﻣ َّﻻِﺇ ُﻪُﻟﺎَﻣ َﻝﺎَﻗ .ِﻪْﻴَﻟِﺇ ُّﺐَﺣَﺃ :
ُﻪَﻟﺎَﻣ َّﻥِﺈَﻓ ﺎَﻣ َﻡَّﺪَﻗ ِﻪِﺛِﺭﺍَﻭ َﻝﺎَﻣَﻭ ﺎَﻣ
َﺮَّﺧَﺃ
Siapakah di antara kalian yang mencintai harta ahli warisnya lebih daripada mencintai hartanya sendiri?
Mereka menjawab, ”Wahai Rasulullah! Tidak ada seorang pun di antara kami melainkan lebih mencintai hartanya sendiri. lalu beliau bersabda, ”Sesungguhnya hartanya sendiri itu ialah apa yang telah dipergunakannya (disedekahkannya) dan harta ahli warisnya ialah apa yang ditinggalkannya. (Shahîh: HR. al-Bukhâri (no. 6442)
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata, ”Dan diwajibkan atas orang-orang kaya di negeri mana saja untuk menanggulangi secara bersama-sama terhadap fakir miskin. Sedangkan pihak penguasa boleh campur tangan untuk menekan mereka dalam melaksanaannya, yaitu apabila harta zakat dan harta-harta kaum Muslimin yang lain tidak cukup untuk mengatasi kebutuhan kebutuhan mereka. Sehingga kebutuhan pangan mereka yang tidak bisa ditunda-tunda itu dapat dipenuhi. Demikian pula halnya dengan kebutuhan sandang dan papan mereka.” (Al- Muhalla (VI/156, masalah ke 725)
Kamis, 25 Juli 2013
DOA NABI YUSUF UNTUK MENCARI JODOH
Doa Nabi Yusuf dan Keistimewaan
Doa Nabi Yusuf AS ternyata memiliki keistimewaan yang luar biasa. Sejak zaman dahulu,hingga sampai ke orangtua-tua cerita doa Nabi Yusuf AS sudah dikenal sejak turun-temurun. Ada yang menyebut, doa Nabi Yusuf sebagai pemikat wanita, doa nabi yusuf untuk melepas rasa rindu, dan ada juga menilai untuk pengasih sayang dan pemikat wanita dan untuk mencari jodoh. Namun ada pula menilai doa nabi Yusuf untuk mempererat hubungan suami-istri. Begitu besar kekuatannya?
Nah, Apalagi secara jelas dalam kitap suci Al Quran, doa Nabi Yusuf ini memiliki 'rahasia' yang belum banyak diketahui oleh banyak aummat di dunia ini.
Sejauh mana kekuatan doa Nabi
Yusuf AS ini? Ada yang menyebut, bila seseorang lagi rindu dengan sang kekasih, maka dapat membaca doa nabi Yusuf AS ini dengan baik dan benar. Hal ini pernah dialami oleh Nabi Yusuf sendiri, ketika rindu dengan Zulaikha.
Rasa rindu ini juga dapat dilakukan sejauh mana posisi kita baik dekat maupun jauh di seberang lautan atau samudera sekalipun. Begitu besar kasih sayang seseorang dengan istri atau kekasihnya, maka doa Nabi Yusuf ini pun memberikan manfaat dari doa tersebut.Apalagi kita tahu, Nabi Yusuf yangterkenal kegantengan,ternyata juga pernah merindu dengan seseorang. Rasa rindu dengan keluarga atau orangtua di saat kita berada di perantauan juga bisa membaca doa Nabi Yusuf AS ini. Maka,Anda dapat memulai dengan doa ini dengan ucapan yang baik dan ikhlas. Tapi, jika Anda tidak memulai dengan keikhlasan,maka tentu doa ini tidak akan bermanfat sama sekali, hanya sebatas amalan membaca saja. Untuk itu, mulainya membaca doa tersebut dengan ikhlas dan
bersahaja.
Namun, jika Anda berdoa untuk sang kekasih hati, dengan rasa rindu yang sangat dalam, maka amalkan membaca doa Nabi Yusuf ini dengan baik dan benar serta ikhlas. Memang, doa Nabi Yusuf AS tetap diberikan kepada Nabi Yusuf sebagai hamba dan pilihan Allah SWT. Untuk itu, jika digunakan untuk seseorang yang benar-benar dikasihi dan dicintai,maka Anda pun dapat mengamalkannya.
Allah SWT telah menggariskan,dalam Luh MahfuzNya. Maka, jika nama kita tertulis untuk berpasangan dengan dia, maka kehendakNya lah semua akan terjadi. Begitu pula dengan yang telah digariskanNya, apabila nama kita tertulis, niscaya rasa cinta itu akan Allah SWT tanamkan dalam diri kita.
Ingatlah janji Allah SWT bahwa, "Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula". "Wahai pemuda, jika diantara kamu sudah bersedia untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan. Maka bila diantara kamu belum sanggup
untuk menikah, maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa sebagai
penahan hawa nafsu" (Hadis).
Amalan Doa Nabi Yusuf AS Dalam Surat Yusuf ayat 4 dan Surat Thahaa ayat 39, sudah dijelaskan, bahwa bagi siapa yang sudah mengamalkan, maka
amalkanlah dengan biak dan benar serta secara ikhlas. InsyaAllah, bila membaca Surat Nabi Yusuf AS ini akan mendekatkan diri kita pada suami atau istri.
Bahkan bermanfaat pula pemikat wanita, dan sebaliknya. Juga untuk anak-anak agar hormat kepada orangtua, dan ada pula untuk menjalin silaturahmi sesama ummat manusia.
Cara Amalan Doa Nabi Yusuf:
1. Banyak cara untuk mengamalkan doa Nabi Yusuf ini. Yang jelas, doa nabi Yusuf ini juga bermanfaat sangat baik, terutama ketika setiap kali bertemu dengan kekasih, isteri, suami, atau orangtua dan keluarga. Jika situasi tersebut, maka bacalah kedua ayat ini dan amalkan dengan sepenuh hati, ikhlas dan benar.
2. Untuk mendapatkan kesempurnaan saat membaca Doa Nabi Yusuf ini, maka hendaklah diamalkan setelah shalat sunnah atau shalat wajib, sebanyak tiga kali.
3. Bacalah dengan lembut dan pelan, tidak perlu membaca dengan kuat. Kalau perlu baca doa Nabi Yusuf ini dengan hati yang lapang dengan tenang. Yakinlah dengan keimanan agar doa ini diterima oleh Allah SWT. Mulailah dengan kesabaran dan berpuasa.
4. Kekuatan doa dan pikiran,memang memang dianjurkan oleh Allah SWT. Apalagi disaat kita memint asesuatu kepadaNya. Namun yang terpenting, sejauh mana kedekatan kita padaNya. Nah, melalui doa ini, setidaknya memberikan hubungan yang penting dengan Allah Yang Maha Besar. Apalagi doa sebagai tindakan nyata sebagai kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan Allah.
5. Bersungguh-sungguh berdoa,karena Allah telah mempermudah hambanya untuk menemukan yang terlihat baik dan indah. Dengan kesabaran seperti suatu kebutuhan dan harapan. Maka, "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang –orang yang khusyu" (Surat Al-Baqarah:45).
Surah Yusuf Ayat 4
“Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw Wasy syamsa Wal Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”
“Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya,” Wahai Ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan kelihatan semuanya sujud kepadaku…”
Kemudian sambung
Surah Thaahaa Ayat 39
“Wa-alqaytu ‘alayka mahabbatan minnii walitushna’a'laa ‘ainii”
Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan supaya kamu di asuh di bawah pengawasanku.”(Qs thaahaa:39)
Jika dibaca setiap kali bertemu dengan suami/istri/pacar atau siapa saja yang dikehendaki bacalah kedua ayat tersebut di hadapannya. Tentu saja baca dalam hati saja Insya Allah akan mendapatkan kesan yang baik dari mereka. Jika ingin disayang dalam masyarakat, bacalah kedua ayat ini sehabis sholat sebanyak 3 kali.
Wallahualam.
Rabu, 24 Juli 2013
Manfaat wirid al waqiah
MANFAAT WIRID AL WAQI’AH:
Barangsiapa membaca surat Al-
Waqi’ah pada setiap hari dan
malam sebanyak 40 kali, selama
40 hari pula, maka Allah
rezekinya mengalir terus dari
berbagai penjuru.
Berpuasa selama seminggu
dimulai pada hari Jumat. Setiap
selesai sholat fardhu bacalah
Surat Al-Waqi’ah ini sebanyak 25
kali hingga sampai malam Jumaat
berikutnya. Pada malam Jumaat
berikutnya, selepas sholat
Maghrib bacalah surah ini
sebanyak 25 kali, selepas sholat
Isya’ bacalah surah ini 125 kali
diikuti dengan sholawat Nabi 1000
kali. Setelah selesai amalan,
hendaklah memperbanyakkan
sedekah. Kemudian jadikan surah
ini amalan rutin pada waktu pagi
dan petang. Insya’Allah rezeki
akan mengalir seperti air bah.
Berpuasa selama 7 hari, di mulai
pada hari Jumat berakhir pada
hari Kamis. Puasanya “tidak
memakan sesuatu yang
bernyawa / tidak makan ikan,
daging, segala heiwan, hanya
makan sayur-sayuran saja. Dalam
7 hari itu, sesudah solat fardhu,
membaca surat Al-Waqi’ah
sebanyak 25 kali. Apabila bacaan
tersebut di mulai setelah sholat
fardhu Subuh pada hari Jumaat
pertama, maka diakhirilah
pembacaan Al-Waqi’ah itu pada
setelah fardhu Isya’ pada Jumaat
berikutnya. Pada malam Jumat
terakhir ini hendaklah membaca
surah Al-Waqi’ah sebanyak 125
kali kemudian shlawat 1000 kali.
Insya’Allah tidak akan mengalami
kemiskinan seumur hidup.
Bila orang membiasakan
membaca surat ini setiap malam
satu kali, maka dia dijauhkan dari
kemiskinan. Bila di baca 14 kali
setiap selesai solat Asar, maka
akan memperoleh kekayaan yang
berlimpah ruah. Jika di baca
surah ini sebanyak 41 kali segala
hajat yang berkaitan dengan
rezeki akan terkabul.
Surat ini jika dibaca di sisi
orang yang sedang sekaratul
maut, insyaAllah akan
mempermudah roh keluar dari
jasadnya. Jika dibaca di sisi orang
sakit, diringankan sakitnya. Jika
di tulis, kemudian dipakaikan
kepada orang yang hendak
bersalin, InsyaAllah segera
melahirkan dengan mudah.
Jika membaca surat ini
sebanyak 3 kali selepas solat
subuh dan 3 kali selepas sholat
Isya’. Insya Allah dalam waktu
setahun ia akan di jadikan
seorang hartawan yang
dermawan.
Adapun doa setelah membaca
Surat Al-Waqi'ah lafaznya seperti
dibawah ini:
ِﻢْﺴِﺑ ِﻪّٰﻠﻟﺍ ِﻢْﻴِﺣَّﺮﻟﺍ ِﻦٰﻤْﺣَّﺮﻟﺍ
َّﻢُﻬّٰﻠﻟﺍ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ْﻝِﺰْﻧَﺃ َﻦِﻣًﺓَﺪِﺋﺎَﻣﺎَﻨْﻴَﻠَﻋ
ُﻥْﻮُﻜَﺗِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﺎَﻨَﻟ
َﻚْﻨِﻣًﺔَﻳَﺃَﻭﺎَﻧِﺮِﺧٰﺃَﻭﺎَﻨَﻟَّﻭَﻷﺍًﺪْﻴِﻋ َﺖْﻧَﺃَﻭﺎَﻨْﻗُﺯْﺭﺍَﻭ
َﻦْﻴِﻗِﺯﺍَّﺮﻟﺍُﺮْﻴَﺧ
َّﻢُﻬّٰﻠﻟَﺍ ْﻥِﺇ َﻥﺎَﻛ ﻲِﻓﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ ِﺽْﺭَﻷْﺍ ُﻪْﺟِﺮْﺧَﺄَﻓ ْﻥِﺇَﻭ
َﻥﺎَﻛ ﻰِﻓﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ ُﻪْﻟِﺰْﻧَﺄَﻓِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ
ْﻥِﺇَﻭ َﻥﺎَﻛ ﻰِﻓﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ ُﻪْﻌِﻠْﻃَﺄَﻓِﺮْﺤَﺒﻟْﺍَﻭِﺀﺎَﻣْﺍ ْﻥِﺇَﻭ
ُﻪْﺑِّﺮَﻘَﻓﺍًﺪﻴِﻌَﺑﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ َﻥﺎَﻛ
ْﻥِﺇَﻭ َﻥﺎَﻛ ُﻩْﺮِﺜْﻛَﺄَﻓﺎﻨَﻠْﻴِﻠَﻗﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ ْﻥِﺇَﻭ َﻥﺎَﻛ
َﻥَﺮِﺴَﻋَﺃﺎَﻨُﻗْﺯِﺭ ُﻩﺮِّﺴَﻴَﻓ ِﻪْﻴَﻟِﺇﺎَﻨْﻠُﻘْﻨَﺘﻟْﺍَﻭﺎَﻨَﻟ
ُﺙِﺈَﺣ َﻥﺎَﻜَﻣ َﻚِﻠْﺼَﻔِﺑ َﻙِﺩﺎُﺟَﻭ َﻚِﻣَﺮَﻛَﻭ َﻚِﺘَﻤْﺣﺮِﺑ
َﻦْﻴِﻤِﺣﺍَّﺮﻟﺍ َﻢَﺣْﺭَﺍﺎَﻳ
Bismillahir rahmanir rahiim
Allahumma rabbanaa anzil
'alainaa maa 'idatam minas
samaai takuunu lanaa 'iidal li
awwalinaa
wa aakhirinna wa aayatam minka
warzuqnaa wa anta khairur
raaziqiin.
Allahumma inkaana rizqunaa fil
ardhi fa akhrijhu wa inkaana
rizqunaa fis samaai fa anzilhu
wa inkaana rizqunaa fil maai wal
bahri fa athli'hu wa inkaana
rizqunaa ba'iidan faqarribhu
wa inkaana rizqunaa qaliilan fa
aktsirhu wa inkaana rizqunaa
a'asiran fayassirhu lanaa wal
tanqulnaa ilaihi haitsu
maakaana bifadh-lika wajuudika
wakaramika birahmatika yaa
arhamar rahimin.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah
yang maha Pemurah dan Pengasih"
"Ya Allah, turunkanlah untuk kami
hidangan dari langit yang akan
menjadi hari raya bagi kami, yaitu;
bagi orang-orang yang bersama
kami, dan yang hidup sesudah
kami, serta menjadi bukti
kekuasaan-Mu, berilah rezeki
bagi kami, karena Engkau sebaik-
baik pemberi rezeki."
"Ya Allah, jika rezeki untuk kami
berada dilangit, segeralah
diturunkan, jika berada di bumi,
segeralah dikeluarkan,
jika berada di dalam air dan lautan
segeralah ditampakkan padaku, jika
rezeki untuk kami berada di tempat
yang jauh,
segeralah didekatkan padaku, jika
keadaannya hanya kecil/sedikit,
maka tambahkanlah yang besar/
banyak, dan jika jalannya
sulit sampai pada kami, maka
buatlah kemudahan bagi kami,
serta pindahkanlah rezeki itu ke
tempat kami (dimana kami
berada),
dengan fadhal, belas kasihan serta
kemurahan Engkau, dan dengan
rahmat Engkau hai Zat Yang
paling belas-kasihan.
Selasa, 23 Juli 2013
RAHASIA SURAT AL FATIHAH
RAHASIA SURAH AL FATIHAH
Betapa besar kebutuhan manusia kepada hidayah ini, maka mereka diperintahkan agar senantiasa membaca doa ini dalam shalat. Tidak ada sesuatu yang lebih ia butuhkan dari pada apa yang terkandung dalam doa ini. Sehingga wajib kita ketahui, dengan kemurahan
Allah, Dia menjadikan doa ini sebagai sarana penting memperoleh kebaikan yang terhindar dari keburukan Allah SWT Berfirman artinya :
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah:
6-7)
Seseorang yang senantiasa membaca surat al-Fatihah yang di dalamnya terdapat doa permohonan hidayah kepada Shiratal Mustaqim diatas,adalah orang yang tau akan kelemahan dirinya dan besarnya kebutuhan dirinya dalam menjalani kehidupan ini supaya sesuai dengan keridhaan Allah Taala.
Ia sangat butuh kepada pengetahuan terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan yang telah Allah tetap atas dirinya, yang jumlahnya sebanyak bintang di langit. �Lalu ia butuh agar Allah ilhamkan semangat dan keinginan untuk mengerjakannya.
Kemudian ia juga butuh kepada qudrah (kemampuan) untuk mengerjakan semua itu. Jika ini terpenuhi,selanjutnya ia butuh agar bisa istiqamah dan teguh melaziminya hingga akhir hayat. Dan terakhir kesempurnaan hidayah di dunia tersebut berlanjut di akhriat, yakni ia memperoleh petunjuk untuk menempuh jalan ke surga. Sehingga sempurnalah kebaikan dirinya di dunia dan akhirat.
Karena jika Allah telah menunjukinya kepada jalan yang lurus, maka Allah akan menolongnya dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Sehingga ia tidak akan tertimpa keburukan,baik di dunia maupun di akhirat.
Bersikap sesuai dengan keridhaan Allah, yakni sesuai ketentuan Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, merupakan sebab kebaikan seseorang di dunia dan akhirat. Sedangkan menyimpang darinya merupakan sebab keburukan baginya di dunia dan akhirat. Dan sesungguhnya keburukan itu akibat dari dosa. Sementara berdosa merupakan kebiasaan manusia. Sehingga ia membutuhkan hidayah
setiap saat.Hidayah ini lebih dibutuhkan olehnya dari makan, minum, dan oksigen.Karena kalau seseorang tidak dapat makan, minum, dan oksigen resikonya adalah kematian di dunia. Sedangkan jika kehilangan hidayah maka resikonya adalah kehancuran hidup di dunia dan akhirat. Di dunia ia mendapat berbagai musibah dan kekacauan. Sementara di akhirat ia mendapat siksa yang tiada tara. Semua itu sebagai akibat dari dosanya Hidayah kepada Shiratal Mustaqim,maksudnya adalah melazimi agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya. Sedangkan hidayah dalam Shiratal Mustaqim mencakup hidayah untuk mengetahui dan mengamalkan rincian dari ajaran dien (agama ini). Maka doa ini termasuk doa yang paling lengkap dan paling dibutuhkan oleh seorang hamba. Karenanya, setiap insan wajib berdoa kepada Allah dengan doa ini pada setiap rakaat shalatnya, karena sangat butuh terhadapnya Sesungguhnya orang yang tak mau membaca Al-Fatihah berarti ia tak menjalankan shalat. Karena tidak sah shalat seseorang kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.
CARA MENCINTAI MENURUT ISLAM
BILA CINTA TIDAK SAMPAI PADA HAKIKAT CINTA
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu .. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah
Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ... Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan
kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah,melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ."
(QS. Adz Dzariyat:49)
JAGALAH AURATMU WAHAI PARA WANITA
( TABARRUJ / BUKA AURAT )DAN WANITA YG PALING DEKAT DENGAN ALLAH SWT YAITU DIRUMAHNYA
Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat,maka jika dia keluar (rumah) Syaithanakan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki),dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah Azza wa Jalla) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. [ HR Ibnu Khuzaimah (no. 1685),
Ibnu Hibban (no. 5599) dan at-Thabrani dalam “al-Mu'jamul ausath” (no. 2890), dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, al-Mundziri ] Tabarruj adalah sunnah dari Iblis.
Karena dia berusaha keras untuk membuka aurat dan menyingkap hijab mereka, maka tabarruj merupakan target utama (tipu daya) Iblis. Allah Jalaa Jalaaluh berfirman:
ﺎَﻳ ﻲِﻨَﺑ َﻡَﺩﺁ ﻻ ُﻢُﻜَّﻨَﻨِﺘْﻔَﻳ ُﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ
َﺝَﺮْﺧَﺃ ﺎَﻤَﻛ ْﻢُﻜْﻳَﻮَﺑَﺃ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻦِﻣ
ُﻉﺰﻨَﻳ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ ﺎَﻤُﻬَﺳﺎَﺒِﻟ ﺎَﻤُﻬَﻳِﺮُﻴِﻟ
ﺎَﻤِﻬِﺗﺁْﻮَﺳ
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Adam dan Hawa) dari Surga, dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya” [al-A’raaf: 27]
Tabarruj digandengakan dengan
syirik, zina, mencuri dan dosa-dosa
besar lainnya, sehingga Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan
salah satu syarat untuk membai’at
para wanita muslimah dengan
meninggalkan tabarruj. Dari Abdullah
bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu
anhu, beliau berkata: Umaimah bintu
Ruqaiqah datang menemui Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
membai’at beliau Shallallahu ‘alaihi wa
sallam atas agama Islam.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Aku membai’at
kamu atas (dasar) kamu tidak
menyekutukan Allah dengan sesuatu,
tidak mencuri, tidak berzina, tidak
membunuh anak-anakmu, tidak
berbuat dusta yang kamu ada-
adakan antara kedua tangan dan
kakimu, tidak meratapi mayat, dan
tidak melakukan tabarruj (sering
keluar rumah dengan berhias dan
bertingkah laku) seperti (kebiasaan)
wanita-wanita Jahiliyah yang
dahulu” [HR Ahmad (2/196) dan
dinyatakan hasan kitab “Jilbaabul
mar-atil muslimah” (hal. 121)]
Tabarruj adalah sunnah Jahiliyah,
sebagaimana dalam firman Allah:
َﻥْﺮَﻗَﻭ ﻲِﻓ َّﻦُﻜِﺗﻮُﻴُﺑ َﻦْﺟَّﺮَﺒَﺗ ﺎَﻟَﻭ
َﺝُّﺮَﺒَﺗ ِﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺠْﻟﺍ ﻰَﻟﻭُﺄْﻟﺍ
“Dan hendaklah kalian (wahai istri-
istri Nabi) menetap di rumah-rumah
kalian dan janganlah kalian
bertabarruj (sering keluar rumah
dengan berhias dan bertingkah laku)
seperti (kebiasaan) wanita-wanita
Jahiliyah yang dahulu” [al-
Ahzaab:33].
Imam al-Qurthubi, ketika
menafsirkan ayat di atas, beliau
berkata: “Makna ayat ini adalah
perintah (bagi kaum perempuan)
untuk menetapi rumah-rumah mereka.
Meskipun (asalnya) ini ditujukan
kepada istri-istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi secara makna (wanita-wanita) selain mereka (juga)termasuk dalam perintah tersebut. Ini seandainya tidak ada dalil yang khusus (mencakup) semua wanita.
Padahal (dalil-dalil dalam) syariat Islam penuh dengan (perintah) bagi kaum wanita untuk menetapi rumah-rumah mereka dan tidak keluar rumah kecuali karena darurat (terpaksa)” [ Kitab “al-Jaami’ liahkaamil Qur-an” (14/174). ] Imam asy-Syaukani berkata: “at- Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya,yang ini dapat memancing syahwat(hasrat) laki-laki” [ Kitab “Fathul Qadiir” (4/395) ].
Senin, 22 Juli 2013
AMALAN UTAMA DI BULAN ROMADHAN
BEBERAPA KEUTAMAAN AMAL SHALEH MENJALANI RAMADHAN
Beberapa petunjuk berkenaan dengan puasa Ramadhan.Jangan sampai mengotori bulan Ramadhan dan puasa dengan berbagai kemaksiatan dan dosa. Tak sepantasnya seorang yang melakukan puasa Ramadhan berbuka dengan makanan dari hasil riba, uang sogok dan penghasilan-penghasilan haram lainnya. Tidak patut seorang yang menjalankan puasa disatu sisi namun disisi lain ia meninggalkan shalat lima waktu yang merupakan rukun Islam kedua. Demikian pula mereka yang pada siang hari menahan lapar dan dahaga namun malam harinya tenggelam bersama dentuman musik,asap rokok dan minuman beralkohol.
Untuk mengantisipasi semua itu maka jauh-jauh sebelum memasuki Ramadhan setiap muslim harus segera bertaubat dan berhenti dari segala apa saja yang dapat merusak nilai-nilai kesucian bulan tersebut.
1. Berpuasa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, artinya: "Setiap amal baik manusia akan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat." Allah Ta'ala berfirman: "(Kecuali puasa), amal ibadah ini khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Karena ia telah meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena Aku." Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika menemui Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi." (HR Al Bukhari dan Muslim)
2. Qiyamullail
Ia merupakan tradisi Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat. Dalam sebuah riwayat,Nabi pernah bersabda: "Barang siapa shalat malam dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampunilah dosanya yang telah lalu." (HR.Al Bukhari dan Muslim). Aisyah Radhiallaahu 'anha pernah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan shalat malam, dan jika sakit atau kelelahan beliau shalat dengan duduk.
Qiyamullail(tarawih) di bulan
Ramadhan ini sebaiknya dilakukan dengan berjamaah agar tercatat sebagai orang yang melakukan qiyamullail (secara sempurna),sebagaimana disebutkan dalam hadits, artinya: "Barang siapa yang mendirikan shalat malam bersama dengan imam sampai selesai maka dicatat baginya shalat satu malam." (HR penulis As-Sunan)
3. Bersedekah
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan,terutama sekali pada bulan Ramadhan. Beliau pernah bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan." (HR At Tirmidzi).
Bentuk sedekah dibulan suci ini ialah dengan memberi makan kepada saudara kita sesama muslim terutama sekali kepada para fakir miskin dan lebih khusus bagi mereka yang taat dalam beragama.
Disebutkan bahwa Abdullah Ibnu Umar Radhiallaahuma 'anhu tidak berbuka kecuali bersama anak-anak yatim dan fakir miskin.Cara lain bersedekah di bulan Ramadhan ialah dengan memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa secara umum, mengundang mereka berbuka bersama dan lain sebagainya.
4. Bersungguh-sungguh dalam membaca Al Qur'an
Dalam hal ini ada dua poin pokok yaitu:
Memperbanyak bacaan Al-Qur'an Supaya lebih cepat atau lebih banyak dalam menghatamkannya, namun tetap harus memperhatikan kaidah bacaan yang benar. Memperbanyak bacaan Al Qur'an ketika bulan Ramadhan merupa-kan amalan Rasulullah, shahabat dan para Imam kaum muslimin.
Menangis ketika membaca Al- Qur'an Hal ini dapat tercapai dengan cara benar-benar meresapi, merenungkan dan memahami makna dari ayat-ayat yang kita baca sehingga akhirnya tenggelam dalam pengaruh keagungan Al-Qur'an yang menggetarkan hati.Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mengomentari para ahli shuffah (kaum Muhajirin yang tinggal di Masjid Nabawi) yang menangis karena mendengarkan Al-Qur'an surat An Najm 59-60, beliau bersabda, artinya: "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena
takut kepada Allah." (HR Al Baihaqi).
5. Duduk di masjid hingga terbit
matahari
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, artinya: "Barangsiapa shalat fajar dengan ber-jama'ah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah
sampai terbit matahari,kemudian shalat dua raka'at baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna." (HR. At-Tirmidzi dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani). Pahala sebesar ini adalah pada hari-hari biasa, maka bagaimana halnya jika itu dilakukan dalam bulan Ramadhan?
6. I'tikaf (Berdiam di Masjid dalam rangka ibadah)
I'tikaf merupakan ibadah yang
merangkum berbagai macam ketaatan seperti membaca Al Qur'an, shalat,dzikir, doa dan lain sebagainya.
Ibadah ini sangat ditekankan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan untuk mendapat lailatul qadar.Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam selalu melakukan i'tikaf pada setiap sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan pada tahun kewafatannya beliau beri'tikaf duapuluh hari. (Al Bukhari)
7. Umrah di bulan Ramadhan
Tentang umrah dibulan ini Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,artinya: "Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji." dalam riwayat lain, "menyamai (pahala) haji bersamaku." (HR Al Bukhari dan Muslim).
8. Berusaha meraih lailatul Qadar
Keutamaan malam ini sungguh amatlah besar, sebagaimana difirman-kan oleh Allah dalam surat Al Qadr,artinya:
"Sesungguhnya Kami telah
menurunkan Al Qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS Al Qadr 1-3) Nabi juga berusaha untuk mendapatkan lailatul qadar dan memerintahkan para shahabat dan keluarga-nya agar berusaha meraih malam itu.
9. Memperbanyak dzikir, doa dan
istighfar
Di antara waktu-waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa adalah:
Ketika berbuka. Sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia dan berfirman, artinya: "Siapa yang memohon akan Aku beri dan siapa yang minta ampun niscaya akan Aku ampuni."
Beristighfar di waktu sahur.Hari Jum'at terutama di akhir siang- nya (menjelang Ashar).
Minggu, 21 Juli 2013
Sholat tahajud
KEUTAMAAN BERDOA
DISEPERTIGA MALAM - Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
senantiasa memperbanyak do’a dalam
shalatnya dan juga dalam
Tahajjudnya, karena pada waktu-
waktu tersebut kemungkinan besar
dikabulkannya do’a. Dari Jabir
Radhiyallahu anhu, ia berkata, aku
mendengar Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
َّﻥِﺇ ِﻞْﻴَّﻠﻟﺍ ﻲِﻓ ،ًﺔَﻋﺎَﺴَﻟ َﻻ ﺎَﻬُﻘِﻓﺍَﻮُﻳ
ٌﻢِﻠْﺴُﻣ ٌﻞُﺟَﺭ َﻪﻠﻟﺍ ُﻝَﺄْﺴَﻳ ﺍًﺮْﻴَﺧ َﻦِﻣ
ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ،ِﺓَﺮِﺧﻵْﺍَﻭ ُﻩﺎَﻄْﻋَﺃ َّﻻِﺇ
َﻚِﻟَﺫَﻭ ،ُﻩﺎَّﻳِﺇ َّﻞُﻛ ٍﺔَﻠْﻴَﻟ .
'Sesungguhnya di malam hari terdapat
suatu waktu, yang apabila seorang
muslim memohon kepada Allah
kebaikan dunia dan akhirat
bertepatan dengan waktu itu, Allah
pasti mengabulkannya dan waktu itu
ada di setiap malam.'"[ HR. An-Nasa-i
dalam kitab ash-Shalaah, bab Man
Ataa Firaa-syahu wa Huwa Yanwil
Qiyaam, (hadits no. 1786), Ibnu
Majah dalam kitab Iqaamatish
Shalaati was Sunnati fii ha, bab Maa
Jaa-a fii man Naama 'an Hizbihi minal
Lail, (hadits no. 1344), al-Hakim
dalam al-Mustadrak, (I/311) dengan
komentarnya, "Hadits ini shahih
sesuai kriteria yang ditetap-kan al-
Bukhari dan Muslim." Penilaiannya ini
disepakati oleh adz-Dzahabi.]
Tahajud adalah sunah muakkad.
Waktunya adalah setelah sholat ‘isya
sampai dengan sebelum waktu sholat
shubuh. Akan tetapi, waktu yang
paling utama adalah sepertiga malam
yang terakhir.
Ketika Jibril datang pada Rosululloh
sholallohu ‘alaihi wa sallam lalu
berkata, “Hai Muhammad, kemuliaan
orang beriman adalah dengan sholat
malam..” (HR. Al Hakim, hasan)
Meninggalkan sholat malam yang
berarti telah menyia-nyiakan
keutamaan yang telah Alloh sediakan
dikarenakan kemalasan yang ada
pada mereka atau pun tergoda
dengan gemerlapnya dunia. Dalam
riwayat Imam Bukhori disebutkan
bahwa ketika Rosululloh ditanya
tentang seorang yang tidur
sepanjang malam sampai waktu subuh,
maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Dia adalah seorang
yang kedua telinganya dikencingi oleh
setan.
Sepertiga malam terakhir termasuk
waktu yang mustajab untuk berdoa
kepada Allah. Karena Allah
menjanjikan akan mengabulkan doa di
waktu ini. Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺎَﻨُّﺑَﺭ ُﻝِﺰْﻨَﻳ َﻙَﺭﺎَﺒَﺗ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗَﻭ َّﻞُﻛ
ٍﺔَﻠْﻴَﻟ ﻰَﻟِﺇ ِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ َﻦﻴِﺣ
ﻰَﻘْﺒَﻳ ُﺚُﻠُﺛ ُﺮِﺧﻵﺍ ِﻞْﻴَّﻠﻟﺍ :ُﻝﻮُﻘَﻳ ْﻦَﻣ
،ﻲِﻧﻮُﻋْﺪَﻳ َﺐﻴِﺠَﺘْﺳَﺄَﻓ ُﻪَﻟ ْﻦَﻣ
ﻲِﻨُﻟَﺄْﺴَﻳ ،ُﻪَﻴِﻄْﻋُﺄَﻓ ْﻦَﻣ ﻲِﻧُﺮِﻔْﻐَﺘْﺴَﻳ
َﺮِﻔْﻏَﺄَﻓ ُﻪَﻟ
“Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke
langit dunia setiap malam, ketika
tersisa sepertiga malam terakhir.
Kemudian Allah berfirman: Siapa yang
berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi
doanya, siapa yang meminta-Ku akan
Aku beri dia, dan siapa yang minta
ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni
dia.” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758,
Abu Daud 1315, dan yang lainnya).
Kamis, 18 Juli 2013
KUNCI BAHAGIA DENGAN PASANGAN
KUNCI BAHAGIA DENGAN PASANGAN
Mari ikuti langkah langkah ini untuk kebahagiaan keluarga kita:
1. Jika ada perselisihan maka hadapi dengan kepala dingin. Jika yang satu marah maka yang lain berusahalah diam.
2. Kalau sedang marahan cobalah berusaha mengalah untuk menang.
3. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
4. Lupakanlah kesalahan masa lalu pasanganmu.
5. Jangan pernah bersikap cuek pada pasangan.
6. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
7. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda.
8. Umumnya, dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dialah yang salah
9. Jika merasa bersalah jangan pernah merasa sungkan untuk mengakui dan meminta maaf.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami suami/isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam/makmum yang baik.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Rabu, 10 Juli 2013
NASEHAT ROSULULLAH UNTUK PARA WANITA
KEPADA WANITA
Pesanan Rasulullah SAW Terhadap
Wanita nah berikut bererapa pesan
rasul kepada wanita yang
dirangkum didalam Kumpulan hadist
rasul dunia ini ialah perhiasan dan
sebaik-baik perhiasan ialah wanita
isteri yang solehah Riwayat Muslim,
Mana-mana perempuan yang
memakai bau-bauan kemudian ia
keluar melintasi kaum lelaki ajnabi,
agar mereka mencium bau harumnya
3 POLA MAKAN ANJURAN ROSULULLAH
Milyuner” karya Dr. Ali Syu’aibi
(2004), pada bagian ketiga kita
bisa menemukan setidaknya tiga
anjuran Rasulullah berkaitan dengan
pola makan :
TATA CARA MAKAN ANJURAN NABI MUHAMMAD SAW
MUHAMMAD SAW
15 Tata Cara Makan Sesuai
Anjuran Nabi Muhammad SAW
antara lain sebagai berikut :
Makan Sesuai Anjuran Nabi
Muhammad SAW
TIGA NASEHAT RASULLULAH
MUHAMMAD SAW
Tiga Nasehat Rasullulah Muhammad
SAW , Rasulullah SAW pernah
memberikan tiga buah nasehat
kepada kedua sehabatnya Abu
Dzar Jundub bin Junadah dan Abu
Abdurrahman bin Jabal:
Bertakwalah kamu kepada Allah
dimanapun kamu berada, dan
ikutilah kesalahanmu dengan
kebaikan niscaya ia dapat
menghapuskannya. Dan
pergaulilah manusia dengan
akhlak terpuji.(HR. Tirmidzi)
Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut
layak untuk kita perhatikan karena
sangat berkaitan erat dengan
kehidupan kita sehari-hari.
7 TANDA-TANDA ORANG YANG AKAN MENINGGAL
AKAN MENINGGAL
Tanda Tanda Orang yang Akan
Meninggal Ketahuilah Semua yang
hidup pasti akan mati . Seperti apa
proses kematian yang nantinya
akan dialami oleh setiap makhluk
hidup?
Jumat, 05 Juli 2013
TANDA SYUKUR DAN SABAR
TANDA SYUKUR DAN
SABAR
Ujian kehidupan selalu memiliki dua bentuk; kenikmatan dan kesengsaraan. Ada kekayaan dan kemiskinan. Ada kesehatan dan penyakit. Ada kesempurnaan fisik dan ada kecacatan fisik. Ada kelapangan dan ada kesempitan. Ada jalan mendaki dan ada jalan menurun. Dalam semua keadaan tersebut, kita sedang diuji.
Seorang muslim yang baik akan menerima ujian kelapangan, kekayaan, kesehatan dan kenikmatan dengan sikap syukur. Ia akan menerima ujian kesempitan, kemiskinan, penyakit dan kesusahan dengan sikap sabar.
Syukur dan sabar adalah sebaik-baik kendaraan untuk mengarungi ujian kehidupan.
Bagaimana cara yang benar untuk mengukur tingkat kesabaran dan kesyukuran kita? Tentang hal ini, sahabat Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
« ِﻥﺎَﺘَﻠْﺼَﺧ ْﻦَﻣ ﺎَﺘَﻧﺎَﻛ ُﻪَﺒَﺘَﻛ ِﻪﻴِﻓ
،ﺍًﺮِﺑﺎَﺻ ﺍًﺮِﻛﺎَﺷ ُﻪَّﻠﻟﺍ ْﻦَﻣَﻭ ْﻢَﻟ
ﺎَﻧﻮُﻜَﺗ ِﻪﻴِﻓ ُﻪْﺒُﺘْﻜَﻳ ْﻢَﻟ ﺍًﺮِﻛﺎَﺷ ُﻪَّﻠﻟﺍ
،ﺍًﺮِﺑﺎَﺻ ﺎَﻟَﻭ ْﻦَﻣ َﺮَﻈَﻧ ِﻪِﻨﻳِﺩ ﻲِﻓ ﻰَﻟِﺇ
ْﻦَﻣ ُﻪَﻗْﻮَﻓ َﻮُﻫ ﻯَﺪَﺘْﻗﺎَﻓ َﺮَﻈَﻧَﻭ ،ِﻪِﺑ ﻲِﻓ
ُﻩﺎَﻴْﻧُﺩ ﻰَﻟِﺇ ْﻦَﻣ َﻮُﻫ َﺪِﻤَﺤَﻓ ُﻪَﻧﻭُﺩ
ﻰَﻠَﻋ َﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻣ ُﻪَﻠَّﻀَﻓ ِﻪِﺑ ُﻪَﺒَﺘَﻛ ِﻪْﻴَﻠَﻋ
ﺍًﺮِﻛﺎَﺷ ُﻪَّﻠﻟﺍ ْﻦَﻣَﻭ ،ﺍًﺮِﺑﺎَﺻَﻭ َﺮَﻈَﻧ
ِﻪِﻨﻳِﺩ ﻲِﻓ ﻰَﻟِﺇ ْﻦَﻣ َﻮُﻫ َﺮَﻈَﻧَﻭ ،ُﻪَﻧﻭُﺩ
ُﻩﺎَﻴْﻧُﺩ ﻲِﻓ ﻰَﻟِﺇ ْﻦَﻣ َﻮُﻫ َﻒِﺳَﺄَﻓ ُﻪَﻗْﻮَﻓ
ﻰَﻠَﻋ ُﻪَﺗﺎَﻓ ﺎَﻣ ُﻪْﻨِﻣ ْﻢَﻟ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﺒُﺘْﻜَﻳ
ﺍًﺮِﻛﺎَﺷ ﺍًﺮِﺑﺎَﺻ ﺎَﻟَﻭ »
“Ada dua sifat yang jika terdapat pada diri seorang hamba, niscaya Allah mencatat hamba tersebut sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa pada dirinya tidak terdapat dua sifat tersebut, maka Allah tidak mencatatnya sebagai hamba yang bersyukur dan tidak pula hamba yang bersabar.
Barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih tinggi darinya, lalu ia mencontoh orang tersebut, dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya sehingga ia memuji Allah atas karunia yang dengannya Allah melebihkan dia dari orang lain tersebut, niscaya niscaya Allah mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.
Dan barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih rendah darinya dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya sehingga ia sedih atas nikmat yang luput darinya, niscaya Allah tidak mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.” (HR. Tirmidzi no. 2512, dia berkata: Hadits hasan gharib)
Jika kita melihat orang lain lebih pandai membaca Al-Qur’an, lebih banyak hafalan Al-Qur’annya, lebih istiqamah menjaga shalat wajib lima waktu secara berjama’ah di masjid, lebih tekun berdakwah, lebih sabar mendidik keluarganya, lebih banyak berkorban di jalan Allah…lalu kita kagum kepadanya dan mencontoh jalannya, maka kita termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersabar.
Jika kita melihat orang lain lebih
banyak hartanya, lebih maju
perusahaannya, lebih cantik istrinya, lebih banyak anaknya, lebih kekar badannya, lebih besar rumahnya, lebih mewah kendaraannya, lebih mudah hidupnya…lalu kita iri kepadanya, menganggap nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita terlalu sedikit dan murah…maka kita tidak termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersabar.
Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
« ﺍﻭُﺮُﻈْﻧﺍ ﻰَﻟِﺇ ْﻦَﻣ ،ْﻢُﻜْﻨِﻣ َﻞَﻔْﺳَﺃ
ﺎَﻟَﻭ ﺍﻭُﺮُﻈْﻨَﺗ ﻰَﻟِﺇ ْﻦَﻣ ،ْﻢُﻜَﻗْﻮَﻓ َﻮُﻫ
ُﺭَﺪْﺟَﺃ َﻮُﻬَﻓ ْﻥَﺃ ﺎَﻟ َﺔَﻤْﻌِﻧ ﺍﻭُﺭَﺩْﺰَﺗ
ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ِﻪﻠﻟﺍ »
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian (dalam hal urusan dunia) dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian (dalam hal urusan dunia), karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.”(HR. Muslim no. 2963, Tirmidzi no. 2513 dan Ibnu Majah no. 4142)
Kini saatnya kita menilai diri kita sendiri, sudahkah kita memenuhi tanda-tanda hamba yang syukur dan sabar sebagaimana dikhabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di atas? Wallahu a’lam bish-shawab.